I’m Happiest When Floating In The Sea - Travel Quotes
JULY 2nd, 2016
Setelah mengakhiri Kelimutu trip yg menyenangkan, kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju Riung, kali ini & seterusnya Bang Yos yg pendiam namun baik hati banget yg bakal jadi driver kami.Riung ini awalnya belum pernah saya dengar sebelumnya, mungkin masih kurang tenar atau saya yg kurang gaul ttg per-Flores-an hahaaa,, awalnya pun tidak kami masukkan ke itinerary. Namun nasib berkata lain :D,, ga sengaja lagi intip blog-nya Satya Winnie pas beliau berkunjung ke Riung & foto2nya sukses bikin mupeng,, jadi yup fixed langsung masukin Riung ke itinerary kami.
Dari Desa Moni, kami harus kembali lagi ke Ende (2 jam perjalanan), karena rencananya pengen bgt ke Museum Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, tapi sayaaaaaaang,, museumnya tutup kalo weekend huhuhuuuuuu.. Jadi cuma bisa termangu doank di depan pagar museum :'(
Ini penampakan depan Museum Rumah Pengasingan Bung Karno, foto milik sahabat saya +Introvert Backpacker |
Dari Kota Ende, kami menuju ke Mbay, yg perjalanannya makan waktu kurleb 2 jam, dilanjutkan dari Mbay ke Riung selama kurleb 1 jam. Tapi ga kerasa banget, karena pemandangan laut & landscape Flores, terutama savanna-nya ga pernah bikin bete.
Jangan lupa ke spot di mana kita bisa lihat Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung dari atas bukit yaa (sesaat sebelum memasuki kota Riung), pemandangannya asli cantik bgt, bikin speechless dunk.
Gradasi warna biru air laut yang tenang di depan mata, sedangkan di belakang kami berdiri anggun bukit-bukit & bentangan savanna, perpaduan warna hijau dan coklat; ditemani dengan heningnya suasana sambil sesekali terdengar bunyi kicauan burung, sungguh sore yang mempesona !!!
![]() |
Savanna indah di mana-mana |
Biar ga pegel kaki, foto-foto dulu lah yaaa.. Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker |
![]() |
Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung dilihat dari atas bukit |
![]() |
Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung dilihat dari atas bukit |
![]() |
Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung dilihat dari atas bukit |
![]() |
Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung dilihat dari atas bukit |
![]() |
Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung dilihat dari atas bukit |
![]() |
Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung dilihat dari atas bukit |
Doing silly pose on the hill ahahaaa (foto milik +Introvert Backpacker ) |
Di Riung, kami menginap di Pondok SVD, sebuah penginapan asri yang dikelola oleh serikat Katolik ordo SVD.
Penginapan satu lantai ini kami yakini sebagai penginapan terbagus yg kami kunjungi selama perjalanan keliling Flores selama 7 hari hahaaa, bersih banget. Kamarnya juga cukup luas, 1 kamar terdiri dari 1 double bed dan 1 single bed, 1 meja, 1 meja rias, kamar mandi di dalam dengan toilet duduk dan shower, airnya bersih & melimpah, bisa pilih mau kamar ber-AC atau kipas angin. Riung adalah desa yg terletak di pesisir pantai, jadi bisa dipastikan udaranya cukup bikin gerah, makanya kami pilih kamar ber-AC (dan juga selisih harganya ga terlalu jauh dengan kamar yg menggunakan kipas angin).
Fasilitas lainnya ada teras depan kamar, jemuran (lumayan bisa jemur pakaian basah abis nyebur2 di laut di taman penginapan hahaa,, serasa lagi kost), dapat breakfast, disediakan sabun dan handuk. Nikmat mana lagi yang mau kau dustakan hehee..
Abis meneguk teh hangat & letakin tas plus ngobrol dengan Pak Oeden yang besok akan menghantarkan kami naik boat berkeliling pulau, kami langsung jalan kaki menuju ke dermaga untuk menyaksikan matahari terbenam (sunset). Jalan kaki dari penginapan ke dermaga yaaahh kira-kira 20 menitan kali ya.
Kami makan malam di RM Murah Meriah, jalan kaki hanya 5 menit sajo dari Pondok SVD (oiyaaa,, jangan lupa bawa lotion anti nyamuk, kalo malam nyamuknya cukup banyak).
Di RM Murah Meriah wajib cicipin sup ikan segarnya, ueennnaaakk bgt, sedikit pedas namun segar banget, ikannya juga cukup melimpah, ga pelit hahaa. Harganya seingat saya IDR 35,000 per porsi. Tapi pelayanannya cukup lama, entah karena pegawainya cuma sedikit (kayanya cuma 2 orang), atau karena saat itu ada 4 rombongan yg lagi makan di situ.
Perjalanan menuju dermaga |
Dermaga Riung yang mungil |
Sunset di dermaga Riung (foto milik sahabat : +Introvert Backpacker ) |
Sunset di dermaga Riung (foto milik sahabat : +Introvert Backpacker ) |
JULY 3rd, 2016
Setelah sarapan di penginapan (lagi-lagi dapat sarapan banana pancake lowh, sama seperti di Desa Moni hihihii..), sekitar jam 6 lewat WITA kami bergegas jalan kaki menuju dermaga Riung.Untuk ngapain ?? Yaaa untuk island hopping di Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung. Yaaaayyy..
Sebenarnya Taman Laut Riung memiliki lebih dari 17 pulau kecil, namun untuk mempermudah ingatan, maka disebutlah Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung, yg angka 17-nya diambil dari tanggal kemerdekaan negara Indonesia.
Kami menyewa kapal dari Pak Oeden yg no telp-nya kami dapatkan dari Ibu Ririn, sang pengurus Pondok SVD. Namun sayangnya, kami hanya punya waktu sampai jam 12 siang huhuhuuuu,, karena kami harus mengejar perjalanan menuju ke Ruteng jika ga mau kemalaman banget sampai di Ruteng.
Muka-muka bahagia mau island hopping (foto milik +Introvert Backpacker ) |
Crystal clear sea water |
![]() |
Pak Oeden, the captain |
Do u want to fulfill ur childhood imagination ? Do u want to get closer to "Batman" ?
Ahahaaa,, kalau jawabannya "ya", let's meet "batman", penghuni Pulau Ontoloe atau lebih dikenal dengan Pulau Kalong. Pulau yang sebagian besar terdiri dari pohon bakau memang menjadi rumah bagi para kalong.
Awalnya saat menuju pulau tsb, kami kira pohon-pohon di situ ditumbuhi dengan daun-daun berbentuk aneh berwarna hitam. Semakin mendekat ke pulau, baru sadarlah kami bahwa itu adalah segerombolan besar kalong yang sedang bergelantungan di dahan-dahan pohon, lagi bobo pagi. Setau saya, kalong itu kalau mau bobo, lebih memilih bergelantungan di tempat gelap, tapi yang ini beda yakk, mereka lebih memilih bergelantungan di dahan pohon di area terbuka yang terkena sinar matahari. Hmmm,, mungkin sembari bobo, mereka juga sekalian sunbathing kalee yaaa..
Setelah takjub melihat penampilan kalong dari dekat, kami beranjak ke spot kedua yaitu Pulau Tembang atau Pulau Tampa. Kami tidak mendaratkan kapal ke pulau ini, tapi hanya snorkeling di perairan sekitar pulau itu. Airnya jernih banget, terumbu karang dan koralnya cukup cantik & bervariasi warnanya, ikannya juga cukup beragam, & dengan mudahnya menemui bintang laut berwarna biru di dasar laut. Kami snorkeling "serius" di sini sekitar setengah jam, sisanya kebanyakan ketawa ketiwi hahaa.
Spot ketiga yang kami kunjungi adalah Pulau Tiga, kata Pak Oeden kenapa disebut Pulau Tiga karena pulau ini memiliki 3 bukit. Setelah kapal merapat ke pantainya, Pak Oeden dan Om Yos sang driver langsung bersiap-siap untuk memasak ikan & cumi bakar. Awalnya kami ingin snorkeling juga di sekitar pulau ini, namun menurut Pak Oeden spot yang bagus adalah spot di sisi kiri kami yang saat itu gelombangnya sedang cukup besar & air juga sedang pasang, jadi kami memilih untuk bermain air di sekitar kapal saja. Di sekitar kapal, ombak tidak terlalu besar, lagipula airnya jernih banget bergradasi biru berpadu dengan dasar laut yang berpasir putih halus. Puas rasanya bermain air di sini plus foto-foto dalam air karena airnya bening.
Pulau Tiga & pemandangan sekitarnya memang cantiiikkkk banget. Pulau Tiga memiliki pantai dengan butiran pasir halus berwarna putih, sehingga nyaman banget untuk dijalani. Duduk di bawah naungan pohon rindangya pun juga asyik, di depan mata terpampang laut biru yang tenang dengan gradasi warna birunya yang dikontraskan dengan landscape Pulau Flores yang didominasi dengan bukit-bukit savanna berwarna hijau dan coklat.
Ga kerasa udah jam 11 siang, dan menu makan siang pun udah tersedia. Ya Tuhan, bau ikan bakar & cumi bakarnya harum bangeeeettt, bikin perut langsung bunyi, liur langsung netes, mouth-watering bangeeettt hahaaa.. Ikan & cumi bakarnya segar ga ada bau amis sama sekali, daging putihnya "manis" seperti ciri sajian laut yg masih segar, dan bumbunya menyerap bangeeetttttttt. Ga sampai setengah jam, hidangan ikan & cumi bakar langsung ludeeesss, bumbunya juga habis dijilatin, durinya habis digigitin, ahahahaaa.... (lapar atau maruk yak..).
PS : Maaf ya Pak Oetam, kami makan dengan lahap di depan bapak, padahal bapak lagi puasa, tapi sueerrr bapak emang T..O..P.. B..G..T.. !!!
Jam 12 siang, dari Pulau Tiga kami langsung kembali ke dermaga Riung, buru-buru ke Pondok SVD untuk mandi, karena kami harus langsung bersegera melanjutkan perjalanan ke Ruteng.
See you, beautiful Riung..
![]() |
Foto milik sahabat : +Kevin Hendharta |
Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker |
![]() |
Foto milik sahabat +Kevin Hendharta |
![]() |
Foto milik sahabat : +Kevin Hendharta |
Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker |
Pak Oeden dengan ikan yang akan menjadi santap siang kami |
Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker |
Ikan bakar & cumi bakarnya maknyoooosss banget, bumbunya nyerap sekali. Pak Oeden emang master chef niy kayanya (Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker) |
Oiya,, ini gambaran Pondok SVD yang kami huni selama 1 malam :
BUDGET YANG DIROGOH DARI DOMPET & KETERANGAN LAIN :
- Sewa mobil : IDR 600,000 / hari
- Biaya inap Pondok SVD : IDR 350,000 / malam (double room, AC, incl breakfast)
- HTM Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung : IDR 5,000 / orang
- Makan malam di RM Murah Meriah - Riung : IDR 35,000 / porsi sup ikan segar
- Sewa kapal Riung : IDR 500,000
- Sewa peralatan snorkeling : IDR 25,000 / unit
- Biaya makan siang (bakar ikan di pulau) : IDR 50,000 / orang
- Tips untuk Pak Oeden : IDR 50,000
- Waktu tempuh Desa Moni - Ende : 2 jam
- Waktu tempuh Ende - Mbay : 2 jam
- Waktu tempuh Mbay - Riung : 1 jam
- Waktu tempuh Riung - Ruteng : 9 jam
- CP Pondok SVD : Ibu Ririn (0813 - 3934 - 1572)
- CP kapal di Riung : Pak Oeden (0813 - 3717 - 0473)
- CP sewa mobil+driver+BBM : Pak Robert (0812 - 2732 - 0223)
- Kalau bisa, please bgt, begitu sudah sampai di Pulau Kalong (Pulau Ontoloe), jgn sengaja bikin keributan untuk bangunin kalong-kalongnya ya (entah itu dgn suara mesin perahu, pukul2 air, atau teriak2). Kasihan kalong2 tsb. Itu kan habitat aslinya, tempat tinggal mereka, jadi jangan diganggu aktivitasnya. Kalian juga ga mau kan kalau lg asik bersantai atau bobo cantik trus digangguin, heheee.. Respect yourself, respect others :)
SIMAK JUGA ITINERARY & CERITA LAIN KAMI DI FLORES :
- Hari 1 : Desa Moni (Perhentian Sejenak Pelipur Lelah)
- Hari 2 : Danau Kelimutu (Menanti Pagi Di Batas Langitnya)
- Hari 4 : Sawah Cancar (Spider Web-nya Penduduk Manggarai)
- Hari 4 : Waerebo jilid I (Cinta Pada Pandangan Pertama)
- Hari 5 : Waerebo jilid II (Cinta Pada Pandangan Pertama)
- Hari 6 : Labuan Bajo (Seseruan di Tengah Laut Jilid 1)
- Hari 7 : Labuan Bajo (Seseruan di Tengah Laut Jilid 2)
Emang pemandangan Riung yang the best ya. Nomer dua setelah Padar kali ya hahahaha
BalasHapusBanget nyo, awalnya low expectation bgt, ternyata pas udah di sono, takjuubbb bgt jadinya
BalasHapus