Tampilkan postingan dengan label lombok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lombok. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2016

LOMBOK : PERPADUAN BUKIT & PANTAIMU MENGGODAKU (Day 04)


Hari terakhir kami di Lombok, huuuaaaaaahhhhh,, belum pengen pulang, masih pengen liburan, niy kaki rasanya masih pengen nemplok di tanah Lombok :'(

Di malam terakhir kami di Lombok, kami memilih untuk menginap di Hotel Novotel (lagi-lagi demi untuk memanjakan emak) yang berlokasi di Pantai Mandalika yang tenang. Sebelumnya di tahun 2013, kami juga sudah pernah menginap di hotel ini, baca reviewnya ya di sini.

Secara siangnya kami akan cuusss balik ke Jkt, so tujuan kami hari ini hanyalah tempat-tempat di sekitar hotel, yang bisa dijalani dengan berjalan kaki saja. Wohoooo..

Berikut itinerary di hari ke-4 :

22 Mei 2016
  • Pantai Mandalika
  • Bukit Seger
  • Pantai Seger
  • Kembali ke Jakarta

PANTAI MANDALIKA

Hotel Novotel berlokasi di tepi Pantai Mandalika, pantai tenang dan landai yang memiliki butiran pasir seperti merica. Sungguh nyaman berenang ataupun sekedar bersantai di pantai ini, mungkin karena sebagian besar area pantai ini merupakan area private beach yang dimiliki oleh Hotel Novotel, sehingga sangat jauh dari kebisingan turis.

Butiran pasir merica

Area private beach Hotel Novotel

Area private beach Hotel Novotel

Area private beach Hotel Novotel

Area private beach Hotel Novotel

Area private beach Hotel Novotel

Kisah Pantai Mandalika selalu terkait erat dengan legenda rakyat Lombok tentang Putri Mandalika. Kisahnya dituangkan dalam patung-patung yang terdapat di pantai ini.
Putri Mandalika adalah seorang putri raja yg cantik dan kecantikannya sangat tersohor sehingga membuat banyak pangeran yang ingin menikahinya. Sang Putri pun bingung harus memilih siapa, karena jika ia memilih salah satu pangeran maka akan terjadi perpecahan & peperangan.
Akhirnya pada waktu & tanggal yg telah ditentukan, Sang Putri mengundang seluruh rakyat & pangeran2 tsb utk berkumpul di pantai. Kemudian Sang Putri berdiri di sebuah batu di pinggir pantai, lalu meloncat ke dalam laut. Rakyatpun segera mencari sang Putri, namun tidak dapat menemukannya. Setelah beberapa saat, akhirnya datang sekumpulan cacing warna-warni (nyale) yang menurut penduduk asli dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika. Hmmm,, kisah yg agak mengenaskan yak.

Jadi setiap bulan Februari biasanya akan diadakan Pesta Bau Nyale di pantai ini, yang artinya pesta menangkap (bau) cacing laut (nyale).

Bagian lain dari Pantai Mandalika yang bukan merupakan area private beach Hotel Novotel

Bagian lain dari Pantai Mandalika yang bukan merupakan area private beach Hotel Novotel

Bagian lain dari Pantai Mandalika yang bukan merupakan area private beach Hotel Novotel. Terlihat jembatan yang akan membawa kita menuju Bukit Seger & Pantai Seger

Patung kisah Putri Mandalika

Patung kisah Putri Mandalika

PANTAI SEGER & BUKIT SEGER

Jika kita terus menelusuri Pantai Mandalika ke arah kiri menuju patung Putri Mandalika, maka kita akan menemui jembatan kayu yang akan menghantarkan kita ke area Bukit Seger & Pantai Seger.
Sebenarnya kami kurang tau yang mana yang disebut Bukit Seger, karena ada beberapa bukit di areal tsb. Di salah satu puncak bukit, berdiri bangunan beratap yang bisa dijadikan seperti "menara pandang", karena dari bangunan ini kita bisa puas melayangkan pandangan mata ke arah Hotel Novotel, Pantai Mandalika, Pantai Seger, ataupun lautnya yang memiliki gradasi warna biru-hijau yang cantik.

Pemandangan dari atas bukit memang sangat wooww,, perpaduan warna biru laut dengan warna hijau-coklat bukit & persawahan.

Setelah puas menikmati pemandangan dari atas bukit, yuk cuuusss turun untuk melihat dari dekat pemandangan Pantai Seger.
Saat kami pergi ke sana, sayangnya Pantai Seger sedang sedikit kotor oleh bungkus makanan-minuman dan juga sampah laut, tapi untunglah pantai ini sedang sepi saat pagi hari, sehingga kami bisa puas duduk di bawah gazebo sembari memandang ombak kencang yang bergulung-gulung menghantam karang.

NOTE :

  • Btw, kami mengunjungi Pantai Seger - Bukit Seger di pagi hari, jadi belum ada orang-orang yang menjajakan makanan, ga tau deh ya kalau siang hari gimana.
  • Agak sedikit terganggu dengan kehadiran beberapa anak kecil yang terus-terusan membuntuti kami untuk menawarkan dagangannya (hasil kerajinan tangan).
  • Areal parkir cukup luas.
  • Sarana toilet tersedia.
Menuju Pantai & Bukit Seger

Menuju Pantai & Bukit Seger : kami berjalan di path yang telah disediakan oleh Hotel Novotel

Deretan gazebo yang berada di sepanjang Pantai Mandalika yang bukan merupakan area private beach Hotel Novotel

Sunrise

Jembatan kayu yang akan membawa kita menuju Bukit Seger & Pantai Seger

Jembatan kayu yang akan membawa kita menuju Bukit Seger & Pantai Seger

Jembatan kayu yang akan membawa kita menuju Bukit Seger & Pantai Seger

Jembatan kayu yang akan membawa kita menuju Bukit Seger & Pantai Seger

Jembatan kayu yang akan membawa kita menuju Bukit Seger & Pantai Seger

Pantai Mandalika dan area Hotel Novotel dilihat dari seberang jembatan


Mendaki bukit menuju "menara pandang"

Kontur tanah perbukitan

Menuju "menara pandang"

Gradasi warna air laut yang terlihat dari "menara pandang"

Gradasi warna air laut yang terlihat dari "menara pandang"

Bukit cantik, Pantai Seger, & laut yang terlihat dari "menara pandang"

Bukit cantik, Pantai Seger, & laut yang terlihat dari "menara pandang"

Perpaduan bukit, sawah, laut yang terlihat dari "menara pandang"

Perpaduan bukit, sawah, laut yang terlihat dari "menara pandang"

Pantai Seger & ombaknya yang sedang tinggi menghantam batu karang

Perpaduan bukit, sawah, laut yang terlihat dari "menara pandang"

Pantai Seger & ombaknya yang sedang tinggi menghantam batu karang

Pantai Seger dari atas bukit

Pantai Seger dari atas bukit

Pantai Seger

Pantai Seger

Pantai Seger

Pantai Seger

Pantai Seger dan dari kejauhan tampak orang-orang berada di puncak salah satu bukit

Pantai Seger







Rabu, 27 Juli 2016

LOMBOK : "THE NEW MUST VISIT GILIS" MENGGODAKU (Day 03)



Menginjak hari ketiga di Pulau Lombok ini, semangat & energi kami sama sekali belum surut, keindahan panorama pulau ini acts like a mood booster for us, terutama karena hari ini kami akan mengunjungi tempat yang belum pernah kami datangi.

Ini dia itinerary di hari ke-3 :

21 Mei 2016

  • Gili Nanggu
  • Gili Kedis
  • Menginap di Hotel Novotel Lombok, Mandalika
Kami menyeberang menuju Gili Nanggu tidak melalui Pelabuhan Tawun, tapi melalui .....,, entahlah binun,,, kami naik perahu dari belakang rumah penduduk yang langsung membelakangi pantai, dan tidak begitu jauh dari Pelabuhan Lembar. Gili Nanggu dkk termasuk ke dalam area Lombok Barat, tepatnya daerah Sekotong.

Pemandangan menuju tempat penyeberangan

Pemandangan menuju tempat penyeberangan


Titik tolak penyeberangan menuju Gili Nanggu


Gili Tangkong dari kejauhan
Gili Nanggu dari kejauhan
Gili Nanggu dari kejauhan

GILI NANGGU : Feeding Frenzy

Setelah melakukan penyeberangan kira-kira setengah jam, kami akhirnya tiba di Gili Nanggu.
Gili Nanggu memang belum setenar 3 gili yang berada di Lombok Utara (Gili Trawangan - Meno - Air), tapi gili ini termasuk ramai pengunjung juga yaa (walaupun jauh lebih ramai Trawangan).
Awalnya saya ingin sekali ke Gili Lampu, namun menurut Om Anton karena saya bawa emak, lebih baik main ke Gili Nanggu, karena meskipun emak dibawa snorkeling hanya di dekat garis pantai saja, akan dengan mudahnya menemui ikan-ikan besar yang banyak jumlahnya.

Dan dia BENAR BANGEETTT..
Cuuusss pasang mask & snorkel, berenang cantik di dekat garis pantai, voila,,, langsung ketemu ikan banyak banget tanpa perlu susah payah berenang ke tengah laut.
Terumbu karang & koralnya emang minim & ga beragam (di dekat pantai yaaa..), varian ikannya juga ga banyak, tapi jumlah ikannya (besar & kecil) buanyaaaakkk buangeeeettt.
Kalau dihadapkan dengan kenyataan kaya gini, paling enak aktivitas yg dilakukan yaaa kasih makan ikan-ikan tsb dengan remah-remah roti basah. Lahap habis semua dicomot sama kawanan ikan.
Bahagia banget bisa liat emak happy kasih makan ikan langsung di laut hahaaaa...

Yang bisa dilakukan di Gili Nanggu selain snorkeling & kasih makan ikan (air laut cukup tenang koq..), main-main aja di pantainya. Pantainya berpasir putih, bersih, lembut, dan garis pantainya cukup panjang.
Kalau mau berkeliling gili ini juga bisa, secara gili ini cukup kecil dan cukup sepi, jadi enak untuk dijelajahi.
Di bagian dalam Gili Nanggu juga ada kolam penangkaran tukik (penyu versi baby).

GIMANA KALAU MAU MAKAN DI GILI INI ??
Oiyaaa,, untuk makan siang di pulau ini, kita bisa makan di resto-nya (cuma ada 1 resto dan kayanya resto ini milik cottage yg terdapat di Gili Nanggu) atau bawa makan dari daratan.
Kami memilih untuk bakar ikan di gili (emang udah sepaket dengan sewa perahu), jadi sang pemilik perahu udah bawa cooler box isi ikan-ikan segar yang mau dibakar dan disantap di Gili Nanggu.
Nikmat banget rasanya makan di tepi pantai yang sejuk karena semilir angin, ikan bakarnya maknyoooosss bumbunya, dan disempurnakan dengan suguhan kelapa muda dingin.
Aaaahhh, surga dunia !!!

BAGAIMANA DENGAN FASILITAS TOILETNYA ??
Tenaaaanng,, abis berjemur kaya ikan asin atau cibang-cibung di laut, atau emang udah saatnya "setoran alam", ada deretan fasilitas kamar mandi dan WC koq, cukup bersih pula.
Jadi ga usah khawatir atau berpura-pura melaut padahal ternyata mau numpang pipis tuuuuhhh,, heheee..

Btw, pas lagi jalan-jalan lebih dalam lagi, kami menemui deretan cottage menghadap ke sisi lain pantai yang lebih tenang. Tapi kami ga cari-cari info mengenai harga per malamnya siy, dan saat itu cottage sangat sepi penghuni.









Ekspresi kekenyangan :D

Crystal clear sea water






Sisi lain Gili Nanggu :



Fasilitas toilet / WC di Gili Nanggu


Suasana Gili Nanggu yang adeeeemmm


Penangkaran tukik di Gili Nanggu



Cottage-cottage yang berada di Gili Nanggu



GILI KEDIS : A Small Part of HIS Heaven

Sekitar jam 2 siang, di saat perut sudah kenyang dan tenaga sudah terisi ulang, kami bertolak dari Gili Nanggu menuju Gili Kedis.
Saat akhirnya perahu memelankan kecepatannya & bersiap-siap untuk bersandar, Om Anton menunjukkan kepada kami suatu daratan mungil berpasir putih dan mengatakan, "Nah, kita sudah sampai di Gili Kedis."
Kami,"Apaaaa ???"  (melotot, menganga, udaaahhh ahh lebay hehee..)

Tapi beneran deh kami kaget banget, soalnya kami sangka Gili Kedis ini bakal sama luasnya seperti Gili Air ataupun Gili Nanggu, tapi yang kami lihat "hanyalah" hamparan pasir putih halus yang di atasnya tertanam beberapa pohon besar & rindang dan di bawahnya terdapat beberapa kursi santai. Malah saya bilang lebih mirip pulau pasir atau pasir timbul di tengah lautan, cuma sedikit lebih luas aja !!! (bahkan lo lari-lari centil selama 10 menit aja udah bisa mengelilingi 1 pulau cantik ini saking mininya).

Ga sabar, kami segera turun dari perahu & berjalan menuju ke Gili Kedis (saat itu perairan sekitar Gili Kedis dangkal karena sedang surut). Begitu menginjakkan kaki di pasir putihnya, lembuuuttt banget. Yihaaaaa,, girang banget rasanya !
Saat kami ke sana, tidak begitu banyak pengunjung, beberapa turis asing sedang asik berjemur di pantai dan yang lainnya tidur cantik di kursi-kursi pantai di bawah pohon-pohon rindang, dan yg paling bikin happy, bisa gunain kursi pantai tersebut FOR FREE (tanpa biaya, sodara-sodara) !!!!

APA AJA SIY YANG BISA DILAKUKAN DI PULAU MUNGIL INI ??
Rasanya saya ga bakal bosan seharian berada di Gili Kedis.
  • Kita bisa jalan-jalan di perairan sekitar Gili Kedis untuk sekedar menyejukkan kaki dan mencari bintang laut yang dengan mudah ditemui di sini (tapi jangan diambil yaaa...).
  • Atau mungkin bermain-main di pasir putihnya yang lembut, sunbathing sambil baca buku & dengerin musik seperti yang dilakukan bule-bule di situ, foto-foto, atau berdiam diri saja sambil menikmati pemandangan sekitar yg bikin mata & hati adem.
  • Jangan lupa juga untuk snorkeling di sini !!! Cobalah untuk snorkeling di sisi lain gili (bukan di sisi yang banyak kapal bersandar ya). Terumbu & koralnya cukup beragam & warnanya cantik banget, di dalam perairannya juga terdapat budidaya terumbu karang. TAPI TOLONG HATI-HATI YA, karena koral-koralnya sudah tersebar mulai dari dekat garis pantai, JADI TOLONG PLEASE BANGET BANGET jangan seenak-enaknya berdiri & menginjak koral-koral tsb. Kami benar-benar sedih banget lihat beberapa turis domestik dengan seenak-enaknya memulai snorkeling ataupun berfoto dengan berdiri & berjalan di atas koral-koral tsb. Gw sampai omelin beberapa orang di situ, kesaalll bangeeettt. Air laut di sekitar situ jernih banget, jadi pasti siapapun bakal tau apa yang berada di bawah kaki mereka, ga pake alasan deh kalo mereka katanya ga sengaja nginjak koral. Berenanglah secara horizontal supaya tidak menginjak koral, kalau mau snorkeling lebih baik memulai berenang secara horizontal dari tepi pantai. Kalau ga pintar berenang, pakailah jaket pelampung supaya kaki & tangan tidak menyentuh koral. TOLONG HARGAI & PELIHARALAH LINGKUNGAN HIDUP KITA.
  • Setelah puas snorkeling menjelajah kecantikan underwater dari permukaan laut, tinggal leyeh-leyeh memulihkan tenaga dengan selonjoran di atas kursi-kursi santai. Adem banget rasanya duduk di situ, soalnya beberapa pohon besar yang ada di Gili Nanggu cukup rindang & mampu membuai kami sampai akhirnya kami sukses terlelap selama beberapa menit heheee... 
  • Btw, saat kami ke sini, belum ada fasilitas toilet atau kamar bilas. (Orang yang berjualan makanan juga ga ada di sini, jadi jangan lupa bawa bekal kalo kalian termasuk orang yang gampang lapar, tapi sekali lagi TOLONG sampahnya jangan dibuang di sini, tapi dibawa pulang ke daratan).
On our way to Gili Kedis
On our way to Gili Kedis
On our way to Gili Kedis

Ini dia Gili Kedis, benar-benar mungil & cantik



Perairan sekitar Gili Kedis





Pasir putih

Air di sekitar Gili Kedis sedang surut & dangkal, sehingga kami bisa bermain sampai ke tengah



Gotcha, Pattrick..


I love the vibe
Ini hasil jepretan adik bungsu yang amat sangat amatir ahahaaa.. Aslinya underwater di sekitar Gili Kedis baguuuss bgt, terumbu karangnya sangat berwarna & beragam. Kalau menurut kami malah jauh lebih bagus dibandingkan perairan sekitar Gili Trawangan dkk.







KEMBALI KE DARATAN SEKOTONG

Akhirnya kami kembali ke daratan menjelang mahgrib. Setelah menumpang berbilas di rumah bapak pemilik perahu, kami bersantai sejenak di bale-bale belakang rumahnya yg menghadap ke pantai untuk menyaksikan matahari terbenam, ditemani segelas teh manis hangat.
What a lovely day !!!

Langit-langit bale-bale yang dihiasi dengan cangkang kerang & kepiting, creative !!