Tampilkan postingan dengan label budget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budget. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Agustus 2016

KELILING FLORES : Tang..Ting..Tung.. Itung Budget & Itinerary

“Travel brings power and love back into your life.”

Rumi

FLORES ITU INDAH, BUNG..!!!

Berakhir sudah perjalanan kami, 6 orang pemimpi, menjelajah Flores selama seminggu penuh (1 - 8 Juli 2016).
Begitu banyak cerita yang kami bawa, begitu banyak memori yang kami kenang, begitu banyak senyum & tawa yg terekam di otak kami, & semuanya sukses membuat kami semakin yakin bahwa Indonesia itu indah banget.

Bermula dari impian & khayalan saya & seorang sahabat +Introvert Backpacker (baca blog kerennya di SINI) yg sudah lama memendam keinginan untuk mencicipi keindahan Flores, tapi masih bingung bagaimana cara memulainya, karena udah jadi rahasia umum kalau menjelajah Indonesia bagian timur itu muahaall kalo cuma sedikit jumlah pesertanya, plus hambatan yang umum ditemui oleh orang kantoran adalah jumlah hari cuti yg ga bisa banyak-banyak diambil sekaligus.

Sampai suatu saat, dia nge-wa utk nanya libur lebaran mau ga ke Flores, & spontan langsung saya iyakan (dan saat itu belum tau pula libur dari kantor itu dari tgl berapa sampai berapa, nekat yang berbuntut rasa syukur hahaaa..).
Mulai detik itu pula, segala persiapan dilakukan : dari yang mulai cari pengikut (lo kata ini sekte hahhh ? ;p  ) >> googling sana-sini sebagai bekal penyusunan itinerary yg pas, efektif, & efisien >> plus install segala jenis app travel di hp utk memantau harga tiket.

Akhirnya terkumpullah 6 orang (termasuk saya) dengan anggapan sewa 1 mobil isi 6 orang, yg berminat untuk menjelajah Flores, dan tak satupun dari kami yg pernah menyentuh Indonesia bagian timur, pun tidak terbayang sama sekali bagaimana siy Flores itu. Sehingga rasa deg-deg-an campur excited sudah pasti muncul.
So,, inilah itinerary & budget yg sudah kami jalani :


ITINERARY

  • 1 Juli 2016 : Jakarta - Kupang - Ende >> Desa Moni (inap di Palm Bungalow)
  • 2 Juli 2016 : Desa Moni - Kelimutu - Desa Moni - Ende - Riung (inap di Pondok SVD)
  • 3 Juli 2016 : Riung - Taman Laut 17 Pulau Riung - Ruteng (inap di Hotel Rima)
  • 4 Juli 2016 : Ruteng - Sawah Cancar - Waerebo (inap di desa Waerebo)
  • 5 Juli 2016 : Waerebo - Labuan Bajo (inap di Bajo View)
  • 6 Juli 2016 : Labuan Bajo - Pulau Rinca - Pantai Pink - Kampung Nelayan (inap di Komodo Homestay)
  • 7 Juli 2016 : Kampung Nelayan - Pulau Padar - Pulau Kanawa - Pulau Bidadari - Labuan Bajo (inap di Puri Sari Beach Hotel)
  • 8 Juli 2016 : Labuan Bajo - Denpasar - Jakarta
Kenapa kami memilih perjalanan berawal dari Ende berakhir di Labuan Bajo, bukan seperti wisatawan lain yg umumnya berawal dari Labuan Bajo berakhir di Ende ???
  • di tanggal yg kami pilih, flight yg berawal dari Ende dan berakhir di Labuan Bajo lebih murah daripada sebaliknya.
  • kami prefer memulai liburan kami dengan tema "bersakit-sakit dahulu berenang-renang kemudian" hahaaa,, yang artinya kami memilih untuk memulai naik turun gunung dulu barulah berakhir dengan renang leyeh-leyeh di laut.


FLIGHT

  • Jakarta - Kupang : Lion Air (IDR 1,606,000)
  • Kupang - Ende : Garuda Indonesia (IDR 573,000)
  • Labuan Bajo - Denpasar : NAM Air + Denpasar - Jakarta : Air Asia (IDR 1,663,435)

PENGINAPAN & RATE

  • Palm Bungalow (Desa Moni) : cp Om Robert +62  812  2732  0223
  • Pondok SVD (Riung) : cp Ibu Ririn +62 813  3934  1572
  • Hotel Rima (Ruteng) : +62 385 22196
  • Desa Waerebo : cp Pak Blasius Monta +62 813  3935  0775
  • Bajo View (Labuan Bajo) : +62 821  4681  6321
  • Komodo Homestay (Pulau Komodo) : cp Haji Salang +62 821  4404  9754 atau +62 852 3711  3888 (email : aherkomodo@gmail.com).
  • Puri Sari Beach Hotel (Labuan Bajo) :  +62 385  2443710

  • Rate Palm Bungalow : IDR 300,000/malam/bungalow (6 orang), incl BF
  • Rate Pondok SVD Riung : IDR 350,000/malam untuk double room AC, incl BF
  • Rate Hotel Rima Riung : IDR 200,000/malam untuk triple economic room, incl BF
  • Desa Waerebo : IDR 325,000 / malam / orang, incl BF & makan malam
  • Bajo View (Labuan Bajo): IDR 110,000/malam/tenda sea view atau IDR 100,000/malam/tenda non sea view (excl BF)
  • Puri Sari Beach Hotel (Labuan Bajo) : IDR 700ribuan - 800ribuan/room/night, incl BF & free shuttle

 

SEWA KAPAL & MOBIL

  • Sewa mobil + driver + BBM (mobil Veloz) : IDR 600,000/hari (cp Om Robert +62  812  2732  0223)
  • Sewa kapal di Riung : IDR 500,000/hari (cp Pak Oeden +62 813  3717  0473), makan di pulau (bakar ikan & cumi) : IDR 50,000/orang
  • Sewa kapal LOB open deck : IDR 2,500,000/kapal/2 hari 1 malam (not recommended)
  • Sewa kapal kecil untuk merapat di Pink Beach : IDR 20,000/orang PP 
  • Sewa alat snorkeling : IDR 25,000/unit 


HARGA TIKET MASUK (HTM)

  • HTM Kelimutu : IDR 5,000/orang (week days) & IDR 7,500 (weekend)
  • Biaya masuk kendaraan roda 4  di Kelimutu : IDR 10,000/kendaraan
  • HTM Taman Laut 17 Pulau Riung : IDR 5,000/orang
  • HTM Sawah Cancar : IDR 15,000/orang
  • Porter (pemandu) : IDR 200,000/porter + biaya adat Waerebo : IDR 50,000/rombongan
  • HTM Pulau Kanawa : IDR 50,000/orang 
HTM Pulau Rinca (Loh Buaya) :
  • Karcis masuk Taman Nasional Komodo IDR 7,500 / orang
  • Karcis untuk tracking, hiking, climbing di Taman Nasional Komodo IDR 5,000 / orang
  • Karcis pengamatan kehidupan liar di Taman Nasional Komodo IDR 10,000/orang
  • Karcis masuk terusan ke Pulau Komodo & Pulau Rinca (berlaku hanya untuk 1 hari, meskipun kalian cuma ke salah satu pulau aja tetap aja kudu beli tiket terusan ini) IDR 20,000 / orang
  • Karcis untuk jasa pemandu alias ranger IDR 80,000 / ranger (dan 1 ranger untuk 5 orang turis.



INTIP-INTIP JUGA CERITA KAMI DI FLORES :






PS : Foto-foto di halaman ini milik sahabat +Introvert Backpacker  & +Kevin Hendharta





Senin, 25 Juli 2016

LOMBOK : Tang..Ting..Tung.. Pengeluaran

Alfamart yang terletak persis di seberang Desa Sade

RM Dakota, RM dengan konsep saung-saung di tepi sawah

RM Dakota, RM dengan konsep saung-saung di tepi sawah

Yang namanya bepergian, pastilah harus siap-siap merogoh kocek.
Pengeluaran (budget) banyak atau sedikit, pastilah ditentukan dengan jenis travelling kita, termasuk tipe "koper" atau "ransel" atau "semi ransel" heheee..
Tapi apapun tipe perjalanan yang dipilih, harusnya tetap bisa bikin kita menikmati perjalanan, jangan malah pengen irit-irit seirit-iritnyaa eehhh akhirannya malah nyusahin diri sendiri & bikin liburan jadi mimpi buruk.

Untuk liburan kali ini ke Lombok, karena memboyong emak, jadilah kita pilih liburan tipe "koper" (walaupun kami ga ada yang bawa koper, semua bawa ransel, ahahaaa...).

ITINERARY

19 Mei 2016
  • Kedatangan di Airport Lombok Praya
  • Desa Sade
  • Pantai Selong Belanak
  • Pantai Semeti
  • Pantai Mawun
  • Pantai Tanjung Aan
  • Menginap di Hotel Jayakarta, Senggigi
 20 Mei 2016
  • Gili Trawangan - Gili Meno - Gili Air
  • Bukit Malimbu
  • Beli oleh-oleh di Toko Lombok Exotic
  • Menginap di Hotel Jayakarta, Senggigi
21 Mei 2016
  • Gili Nanggu
  • Gili Kedis
  • Menginap di Hotel Novotel Lombok, Mandalika
22 Mei 2016
  • Pantai Mandalika
  • Bukit Seger
  • Pantai Seger
  • Kembali ke Jakarta

PENGELUARAN

Berikut gambaran pengeluaran kami (kami ber-4, plus driver jadi total 5 orang), bukan untuk dijadikan patokan juga siy, bukan juga untuk pamer.
Yaaaa pokoke untuk sedikit memberi gambaran saja, ok..

HARI 1 / 19 Mei 2016 :

  • Sewa Mobil (termasuk driver, no BBM) : IDR 350,000
  • Bensin : IDR 120,000
  • Makan malam 5 orang di RM Suranadi :IDR 224,000
  • Tips guide di Desa Sade : IDR 50,000
  • Hotel Jayakarta, Senggigi : IDR 464,400 / malam (superior room)
PS :
  • Makan siang dapat di pesawat heheee..
  • Kami makan malam di RM Suranadi. RM yang cukup besar & asri, terletak di daerah sejuk kawasan wisata Suranadi.  Jadi RM ini berbentuk saung-saung (berugak dalam istilah Lombok), dan bisa juga memilih makan di dalam ruangan besar seperti resto biasanya. Makan komplit untuk 5 orang plus es kelapa madu, dan jangan lupa cobain Sate Bulayak (seporsi IDR 20,000) yaitu sate sapi dengan bumbu kacang khas Sasak, nikmat & empuk banget dagingnya. RECOMMENDED tempat makan ini. 

HARI 2 / 20 Mei 2016 :

  • Sewa Mobil (termasuk driver, no BBM) : IDR 350,000
  • Private speed boat Pelabuhan Nara - Gili Trawangan PP 5 orang : IDR 600,000
  • Peralatan snorkeling + glass-bottom boat untuk menuju 3 spot ssnorkeling : IDR 100,000 / orang
  • Makan siang di Gili Air (Paradiso Cafe, 5 orang) : IDR 432,000
  • Makan malam di Warung Dakota, Rembiga (5 orang) : IDR 300,000
  • Hotel Jayakarta, Senggigi : IDR 464,400 / malam (superior room)
PS :
  • Warung Dakota berlokasi di Jl. Dakota no 2, Rembiga, Mataram,, tidak jauh dari lokasi bandara terdahulu, bandara Selaparang
  • Warung Dakota ini merupakan rumah makan yg mengusung konsep saung-saung di tepi sawah, saat kami makan malam ke sana rumah makan sangat ramai, bahkan bus-bus pariwisata pun berdatangan ke sini.
  • Jika ke Warung Dakota, jangan lupa cicipi Sate Rembiga nya yaaa..

HARI 3 / 21 Mei 2016 :

  • Sewa Mobil (termasuk driver, no BBM) : IDR 350,000
  • Bensin : IDR 200,000
  • Kapal untuk menyeberang ke Gili Nanggu & Gili Kedis untuk 5 orang PP : IDR 400,000
  • Makan siang di pulau (beragam jenis ikan bakar, sayur, kerupuk, nasi, air mineral, es kelapa) untuk 5 orang : IDR 300,000
  • Peralatan snorkeling lengkap : IDR 50,000 / orang
  • Tips driver selama 3 hari : IDR 200,000
  • Hotel Novotel, Mandalika : IDR 1,198,256 / malam (superior room)
PS : kami ga makan malam lagi, kenyang banget banget banget efek dari makan siang yang menggila di Gili Nanggu.

HARI 4 / 22 Mei 2016 :

  • Airport transfer (fasilitas dari Hotel Novotel) : IDR 140,000 / mobil / one way
  • Makan pagi di hotel, makan siang free dari maskapai GA

DRIVER : Om Anton (+62 819 - 0785 - 9568). Beliau sekaligus yang mengurus boat ke Gili Trawangan PP, Gili Nanggu - Gili Kedis PP.

 







Rabu, 14 Januari 2015

Belitung Trip Tanpa Jasa Travel ?? Bisa Banget !!! (Day 4)

Traveling - it leaves you speechless, then turns you into a storyteller. - Ibn Battuta -

Ga kerasa udah memasuki hari ke-4 kami berada di Pulau Belitung.
Sebuah pulau kecil yang memiliki beragam pesona yang mampu menyihir para wisatawan untuk mencecap keindahan alam Belitung (hanya jika pemerintah memberi ekstra perhatian untuk membenahi dunia pariwisata Indonesia pada umumnya, dan pariwisata Belitung pada khususnya).
Hari ke-4 adalah hari terakhir kami berada di Belitung, jadi tempat yang akan kami eksplore pun tidak akan berada jauh dari Tanjung Pandan, karena jdwal  flight kami pun siang.

Setelah sarapan pagi di hotel (sarapan atau makan pagi ya ?! Secara porsi makannya pun besar, untuk mengantisipasi rasa lapar yang mungkin timbul pada saat penerbangan - kan Garuda ga sediain lunch box, cuma snack box, hiikkss..), sekitar jam 8 pagi kami langsung check out dan cuuuusss ke destinasi berikutnya.

Rumah Adat Belitung : Mengenal lebih dekat budaya Belitung

Jika kalian berlibur ke Belitung, sempatkanlah juga untuk mampir ke Rumah Adat Belitung, supaya tidak hanya mengenal kekayaan alam Belitung saja, namun juga mengenal kekayaan adat budaya Belitung.
Rumah adat Belitung ini terletak di samping rumah dinas Bupati Belitung. Rumah adat berbentuk seperti rumah panggung dan terbuat dari kayu. Di sini juga terdapat petugas yang siap memberikan informasi mengenai rumah adat ini.

Rumah adat dibagi menjadi 2 bagian, bagian utama dan bagian dapur terbuka.

Bagian Utama

Di bagian utama terdapat lemari kaca yang memajang pakaian adat khas Belitung bagi pria dan wanita, ranjang pengantin dan sepasang pakaian pengantin adat Belitung, replika seserahan, peludahan, foto-foto jadul, dan alat-alat lain.

Dapur Terbuka

Di bagian dapur terbuka yang cukup luas terdapat beberapa alat musik, peralatan bertani, kereta sorong bagi wanita pekerja, beserta peralatan masak dan peralatan makan bersama (makan bagawa).

Berdasarkan penjelasan sang petugas, makan bersama-sama (makan bagawa) merupakan tradisi rakyat Belitung. Setiap satu dulang (wadah untuk nasi dan lauk pauk) diperuntukkan untuk makan maksimal 4 orang, dan laki-laki tidak boleh digabung dengan perempuan.
Pada saat makan bersama itu, orang yang paling muda dalam kelompok tsb harus membagikan piring dan nasi kepada 3 orang lainnya, lalu orang yang paling tua dalam kelompok yang lebih dulu boleh mengambil lauk dilanjutkan dengan yg lainnya.
Acara makan pun dengan menggunakan tangan, bukan sendok.

Dan masih banyak lagi info bermanfaat yang bisa diperoleh dengan mengunjungi rumah adat ini.
Mari kita belajar mencintai budaya Indonesia.





Ranjang pengantin, pakaian pengantin adat Belitung, seserahan

Pakaian adat Belitung










Pinang untuk acara seserahan

Makanan yang disajikan di atas dulang (nampan besar) untuk acara bagawa (makan bersama)

Kembang sirih untuk acara seserahan

Kembang telor untuk acara seserahan


Rumah panggung


Dulang (nampan besar) dan tutup saji

Kendi air yang digunakan untuk air wudhu


Danau Kaolin : Cerita miris di balik keindahan danau










Bukan,, bukaaann,, ini bukan kawah putih yang ada di Ciwidey..
Bukan,, bukaaann,, ini bukan penampakan salju.

Ini adalah danau kaolin di Pulau Belitung, yang letaknya tidak begitu jauh dari bandar udara.
Cantik banget kan ?! Air danau warna biru toska, semakin indah dan berkilauan karena diterpa sinar matahari yang begitu tajam menusuk kulit, dikelilingi dengan daratan berwarna putih seperti hamparan salju, dan keindahannya semakin dilengkapi dengan tumbuhan-tumbuhan hijau di sekitarnya. Bahkan keindahan ini pun bisa kita saksikan dari atas pesawat.
Kami saat itu benar-benar mengagumi keindahan danau kaolin ini, sampai akhirnya Pak Escape menceritakan kisah di balik terbentuknya danau "indah" ini.

Danau ini tadinya merupakan tempat penambangan kaolin masyarakat Belitung, sebagai salah satu mata pencaharian mereka. Kaolin itu merupakan jenis mineral, yang banyak digunakan dalam industri cat dll. Namun lubang-lubang besar yang merupakan hasil kerukan kaolin, DITINGGALKAN BEGITU SAJA setelah proses penambangan selesai, tanpa ada upaya perbaikan apapun, atau pemulihan, atau reklamasi, atau apapun istilahnya yang gw ga ngerti. Lubang-lubang itu akhirnya terisi dengan air hujan.
Intinya dibiarkan begitu saja, ditelantarkan begitu saja, habis manis sepah dibuang !!!
Setelah sekian lama tanahnya dikeruk untuk diambil hasilnya dan mendatangkan keuntungan yang sangat sangat besar bagi pihak perusahaan tambang, tanah tersebut ditelantarkan !!!
Gw rasa tidak hanya di Belitung saja kejadian-kejadian seperti ini. Banyak lokasi tambang di Indonesia yang sudah dikeruk habis-habisan, lalu ditelantarkan begitu saja oleh pihak pengusaha tanpa ada tanggung jawab untuk memulihkan lokasi tsb.

Ohh nasib negriku !!! :'(


Yup,, akhirnya berakhir juga perjalanan kami di Belitung selama 4 hari 3 malam, perjalanan yang sangat menyenangkan, masyarakat yang kami temui pun ramah, keindahan alam yang ditawarkan pun sungguh sanggup menyejukkan mata & hati, dan terlebih Pak Escape - driver kami selama di Belitung- sungguh sangat menyenangkan, helpful, dan punya segudang cerita & lawakan setiap harinya, daaaannn tanpa jasa travel heheee.
Sangat menghibur.

Akhirnya kami tidak menyesal tidak menggunakan jasa travel, karena waktu bisa kami atur semaunya kami tanpa terikat jadwal & tanpa harus diburu-buru heheee (tapi tetap memperhitungkan efektivitas & efisiensi waktu), tempat makan bisa semaunya kami (selalu request ke Pak Escape tolong cari resto yang enaaaakkk & muraaaahhh hahaaa), dan banyak lokasi yang bisa kami kunjungi.

Oya,, total pengeluaran kami ber-5 selama di Belitung (tidak termasuk tiket pesawat & hotel) :
  • hari 1 : Mie Atep & es jeruk kunci (6 orang)                            : IDR 102,000
  • hari 1 : Kelapa muda di Pantai Tanjung Tinggi (6 orang)      : IDR   60,000
  • hari 1 : makan malam di RM Berage (6 orang)                        : IDR 243,000
  • hari 1 : KFC (lapar di malam hari hehee)                                 : IDR   58,500
  • hari 2 : lunch box di P. Lengkuas (8 orang)                                 : IDR 200,000
  • hari 2 : aqua                                                                                  : IDR   52,000
  • hari 2 : minuman dingin minute maid (6)                                 : IDR   37,500
  • hari 2 : makan malam di RM Timpo Duluk (6 orang)            : IDR 410,300
  • hari 2 : tips driver hari ke-1 dan hari ke-2                                   : IDR 120,000
  • hari 3 : kopi kuli (4) + kacang di Museum Kata                       : IDR   27,000
  • hari 3 : makan siang di Resto Apung (6 orang)                        : IDR 280,000
  • hari 3 : makan malam di RM Mak Munah (6 orang)              : IDR 189,000
  • hari 3 : tips driver hari ke-3 dan hari ke-4                                   : IDR 120,000
  • Sewa mobil + driver + BBM + tiket masuk/parkir + perahu : IDR 3,000,000
Total : IDR 4,899,300 (5 orang) >>> IDR 979,860 / orang (di luar tiket pesawat + hotel)
Tiket pesawat Garuda PP           >>> IDR 787,000 / orang (ga pake airport tax lagi, yaayyy)
Hotel Aston 2 kamar 3 malam   >>> IDR 840,000 / orang (lupa, tapi < 700rb/mlm/kamar)

Jadi total yang kami habiskan untuk perjalanan ke Belitung 4 hari 3 malam : IDR 2,606,860 / orang. Yippieeeeee... *di mana biasanya travel mulai pasang harga 3 jutaan per orang ;p

Bubyeeehhh,, Belitung :*

Bubyeeehh Belitung

Jakarta, soon we'll meet.

Me & Pak Escape