Tampilkan postingan dengan label kelimutu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelimutu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Agustus 2016

DANAU KELIMUTU : Menanti Pagi di Batas Langitnya (Day 02)

“If you truly love nature, you will find beauty everywhere.”

Vincent van Gogh

JULY 2nd, 2016

Jam 4 pagi WITA alarm hp kami berbunyi, menandakan kami harus bersegera bangun jika ingin mengejar moment matahari terbit di puncak Gunung Kelimutu.
Duuhhh,, berat banget rasanya buka mata, selain karena kami ga biasa bangun sesubuh itu, udara yang dingin bikin kami semakin merapatkan selimut.

Setelah cuci muka-sikat gigi pakai air dingin yang sukses bikin kami jadi melek segar, kami langsung bersiap menaiki mobil untuk menuju ke Taman Nasional Gunung Kelimutu.
Jalanan yg kami lalui masih gelap & lengang, berkelok-kelok dan diapit oleh hutan. Untuk menuju Taman Nasional Gunung Kelimutu, kita bisa naik mobil yg telah kita sewa ataupun ojek motor.

Untuk memasuki Taman Nasional Gunung Kelimutu, kita diwajibkan untuk membayar HTM sebesar IDR 5,000 / orang (week-day) atau IDR 7,500 / orang (week end) dan tiket kendaraan bermotor roda 4 sebesar IDR 10,000.

Setelah memarkirkan mobil, siapkan tenaga (dan juga senter atau headlamp) untuk menelusuri jalur pendakian menuju puncak Gunung Kelimutu. Waktu tempuh dari lapangan parkir menuju puncak kira-kira 30 menit.
Jalan yang kami lalui masih gelap & dikelilingi hutan (makanya kudu bawa senter), jalur trekking sudah tersusun rapi (ga susah koq trekking-nya).

Oya,, jangan lupa kenakan pakaian hangat ya (jaket tebal, syal, atau apapun itu ). Mungkin saat menelusuri jalur trekking tidak terasa dingin karena badan kita bergerak aktif.
Namun begitu menaiki tangga sesaat sebelum mencapai puncak, jalur yang dilalui berupa open space yang tidak terlindung lagi oleh hutan, sehingga terpaan angin pagi terasa dingin menusuk tulang. Apalagi jika sudah sampai di puncak, sebelum matahari terbit, anginnya kencang & dingin banget, cukup bikin tangan ngilu saking dinginnya hahaaa...

Sesampai di puncak Gunung Kelimutu, ternyata deretan penjaja makanan-minuman hangat sudah siap sedia menjajakan dagangannya.
Makan minumnya ntar dulu aja, lebih baik pasang posisi, cari tempat duduk atau cari spot foto yg paling pas untuk mengabadikan matahari terbit (sunset).
Jadi begitu kita sampai di puncak, ada beberapa tangga tersusun ke atas (untuk sudut pandang 36o derajat) yang biasanya digunakan sebagai tempat duduk.
Duduk & rapatkan barisan (biar hangat), siapin kamera, & bersiap-siap menantikan sunset yang spektakuler di puncak Gunung Kelimutu.

Moment-moment setiap menit menjelang matahari terbit begitu indah. Walaupun saat itu ada cukup banyak awan, namun keindahannya tidak berkurang sama sekali.
Saat semburat sinar keemasan mulai muncul dari balik awan yang beriringan, bersaingan dengan rembulan yang masih tampak tinggi di langit, menit-menit saat sinar keemasan matahari mulai menyentuh permukaan Danau Kawah Kelimutu, hingga akhirnya kami dapat jelas melihat Danau Kawah Kelimutu di depan mata, satu kata yang sanggup terucap, "WOOOOOWWWWW..!!!"
Jujur,, saat itu perasaan saya bahagia banget, satu impian saya terkabul bisa lihat Danau Kawah Kelimutu, & I cried tears of joy :")

Ok,, cukup drama queen-nya, ahahaaa..
Jadi Danau Kawah Kelimutu itu terdiri dari 3 danau yang memiliki warna air yg berbeda-beda, warna air tsb dipengaruhi salah satunya oleh kandungan mineral yg terkandung di dalamnya.
Saat kami ke sana, warna danau tsb adalah hijau telur asin, hijau gelap, & biru tua terang.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, jika seorang manusia meninggal, arwahnya akan menghuni salah satu kawah tersebut sesuai dengan perbuatannya selama di dunia.
Ada 3 danau yg dinamai sbb :
  1. Atabupu Lake (Danau Ata Mbupu) : disebut sebagai danau tempat bersemayamnya arwah para orang tua atau nenek moyang
  2. Nuwamuri Ko'ofai Lake : disebut sebagai danau tempat bersemayamnya arwah orang-orang muda.
  3. Atapolo Lake : disebut sebagai danau tempat bersemayamnya arwah orang-orang yang berbuat kejahatan.
Jika dari arah tangga menuju puncak, Danau Nuwamuri Ko'ofai dan Danau Atapolo terletak berdampingan dan berada di sebelah kanan. Sedangkan Danau Atabupu terletak agak menjauh di sebelah kiri.
Jika sudah puas menyaksikan pemandangan yang menakjubkan ini plus foto2, silahkan turun melalui jalur yang sama untuk menuju ke tempat parkir.
Tapi jangan terburu-buru menuruninya, manjakan mata anda dengan kerimbunan pohon di sepanjang jalur trekking dan cahaya emas matahari pagi yang menimpa dedaunan pohon; manjakan telinga anda dengan kicauan beraneka burung yang seru sahut menyahut.

Kelimutu National Park, truly amazing !!!

Menit-menit Menjelang Sunrise :









Kawah Kelimutu : Danau 3 Warna

Danau Nuwamuri Ko'ofai (berwarna biru telur asin) berdampingan dengan Danau Atapolo (berwarna hijau gelap)
Danau Nuwamuri Ko'ofai (berwarna biru telur asin) berdampingan dengan Danau Atapolo (berwarna hijau gelap)

Penampakan lebih dekat Danau Atapolo
Danau Atabupu



Danau Atabupu
Danau Atabupu
Perubahan warna yang pernah terjadi

Jalur Trekking :

Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker 














Pardon Our Selfie :D

Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker 

Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker 

Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker 

Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker 

Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker 

Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker 

Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker 

BUDGET YG DIROGOH DARI DOMPET & KETERANGAN LAIN :

  • HTM Taman Nasional Kelimutu : IDR 5,000 / orang (weekdays) atau IDR 7,500 / orang (weekend)
  • Tiket parkir kendaraan roda 4 : IDR 10,000 / kendaraan
  • Naik ojek motor : IDR 20,000 (kalau udah sewa mobil utk keliling Flores, yaaa mending gunain aja mobil sewaan tsb utk ke TN Kelimutu)
  • Om Robert (pemilik Palm Bungalow-Desa Moni & rental mobil) = 0812 - 2732 - 0223
  • Ada WC dan penjual makanan ringan - minuman hangat koq di area TN Kelimutu (tapi sampahnya JANGAN dibuang sembarangan yeee..).
  • Di area sekitar puncak, harap hati-hati dengan barang bawaan karena ada sekelompok monyet lucu :D
  • Waktu tempuh antara Desa Moni - TN Kelimutu : kurleb 30 menit
  • Waktu tempuh trekking menuju puncak Kelimutu : kurleb 30 menit 

Kalau mau mengejar moment sunrise di Puncak Kelimutu, malam sebelumnya lebih baik menginap di Desa Moni, bisa dibaca di sini.

SIMAK JUGA ITINERARY & CERITA LAIN KAMI DI FLORES :












Senin, 01 Agustus 2016

DESA MONI : Perhentian Sejenak Pelipur Lelah (Day 01)

Whether you live in the village or not, people love this neighborhood. They feel a part of it, they feel connected to it; that's one of the things that make it so great.

Andrew Berman

July 1st, 2016

Tanggal 1 Juli 2016 adalah dimulainya masa bersejarah buat saya & 5 orang teman saya heheee (ceritanya dimulai dengan lebay bgt yak..).
Setelah melalui proses googling sana-sini, kumpulin peserta yg berminat, coret2 itinerary, hitung2 budget, sedikit drama karena ada beberapa ketidakcocokan, kumpulin duit secara kilat, drama naik turun harga tiket pesawat,, akhirnya tibalah hari tersebut, hari di mana kami akan memulai perjalanan kami berkeliling Flores (Nusa Tenggara Timur) selama 7 hari.
Yiihhhaaaaaa,, we made it, travelmates !!!
  • Perjalanan dimulai tentunya dari bandara kota tercinta kami, Bandara Soekarno Hatta. Kami memutuskan utk naik Lion (demi untuk menekan budget tentunya ahahaaa), jam penerbangan 05.00 WIB (sambil berharap cemas penuh doa semoga jadwal keberangkatan Lion tidak delay karena kami akan menyambung naik maskapai lain menuju Ende), menuju ke Kota Kupang.
  • Puji Tuhan sang singa terbang lagi bagus mood-nya hehee,, sehingga jadwal keberangkatan kami tepat waktu. Kami akhirnya tiba di Kupang jam 10.00 WITA setelah sebelumnya transit sebentar di Surabaya (kalo kata teman saya, niy maskapai serasa metromini, berhenti2 utk angkut penumpang wkwk..).
  • Kami lalu melanjutkan penerbangan dari Kupang (pukul 13.10 WITA) menuju Ende menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Puji Tuhan penerbangan berjalan mulus (meskipun deg2an karena ini pertama kalinya kami naik pesawat kecil baling-baling yg terbang rendah hihiii,, sensasinya ruaaarrr biasaaa), dan tiba di Ende pukul 14.10 WITA.



Suasana ramai di Bandara El-Tari Kupang (foto milik teman : +Kevin Hendharta )

Muka-muka excited plus norak karena utk pertama kalinya naik pesawat baling-baling (foto milik teman : +Kevin Hendharta )







Muka-muka excited plus norak karena utk pertama kalinya naik pesawat baling-baling (foto milik teman : +Introvert Backpacker )

Sesampai di bandara Ende, Om Robert (pemilik Palm Bungalow-Desa Moni, sekaligus kami menyewa mobil untuk keliling Flores dari beliau) sudah menantikan kami dengan senyum manis & sapaan hangatnya. Mobil yang kami gunakan adalah Veloz. Saat di Kupang, kami sempat berpikir, bagaimana cara menaruh barang-barang bawaan kami di dalam mobil nanti ya, sedangkan kami ber-6 saja sudah memenuhi mobil.
Ternyata oohhh ternyata, barang-barang bawaan kami ditaruh & diikat di atas atap mobil, wuuiiihhhhh serasa lagi mo pulang kampung beneran hahaaa...

Om Robert memberitahukan kami bahwa antara Ende - Desa Moni sedang ada perbaikan jalan, sehingga kami harus segera memulai perjalanan agar tidak terkena jam buka-tutup. Waktu tempuh dari Bandara Ende menuju Desa Moni kurang lebih selama 2 jam (waktu tempuh dari Bandara Ende ke titik perbaikan jalan = 45 menit, dan dari titik perbaikan jalan menuju Desa Moni kurang lebih 15 menit). Ternyata perjalanan selama 2 jam sama sekali tidak membosankan, karena pemandangan selama perjalanan sungguh menyejukkan mata banget, landscape Flores emang benar-benar keren.


Proyek perbaikan jalan

Sisi perbaikan jalan
Pemandangan cantik yang ditemui selama menuju Desa Moni
Kami memilih untuk menginap di Palm Bungalow, dengan menyewa 1 bungalow yang diisi dengan 2 kasur ukuran queen, siap menampung kami ber-6 hehee.
Kamar cukup luas, selain diisi dengan 2 kasur ukuran queen yg di atasnya bergelantung kelambu, ada 1 meja rias dan juga 1 kamar mandi (air cukup berlimpah, tapi ga pakai air panas, cukup bikin brrrrrrrr.....).
Setelah meletakkan barang-barang bawaan di kamar & cuci muka untuk menyegarkan badan, kami leyeh-leyeh cantik di teras depan kamar kami sembari bermain dengan 7 anak anjing yang lucu bgt tingkahnya. Kami juga langsung ditawari teh-kopi Flores hangat, dan semuanya free flow cuy. Beeuuhhh,, passss banget minum minuman hangat setelah perjalanan jauh, & juga karena Desa Moni suhunya sangat sejuk.

Selepas menghangatkan badan dengan kopi Floresnya yg ajib, saya sempatkan diri untuk berjalan-jalan singkat di sekitaran Palm Bungalow. Desa Moni dengan udaranya yang sejuk, merupakan desa kecil yang cukup sepi & tenang. Saya malahan tidak menemui resto sama sekali di sekitar Palm Bungalow, dan ada beberapa warung sederhana. Penduduk Desa Moni yg saya jumpai, selalu tak lupa menyunggingkan senyum hangat mereka pada saya.
Sayup-sayup terdengar alunan musik dari radio penduduk desa, & tawa girang lepas dari beberapa anak yang sedang bermain di lapangan luas di samping Palm Bungalow. Bau segar tumbuh-tumbuhan hijau memenuhi rongga dada saya, bikin adeeemm.
Desa Moni merupakan desa terakhir yang akan kita temui sebelum kita berangkat menuju Danau Tiga Warna Kelimutu.

Hari sudah memasuki kegelapan malam, suhu pun semakin dingin, kami ditawari oleh Om Robert untuk makan malam (ala buffet). Menu yang sederhana (nasi, ikan, sayur, kerupuk, tempe, dan sambalnya yang pedasnya banget banget tapi bikin nagih) namun rasanya sangat mewah & lezat. Kami makan di teras depan rumah Om Robert, ditemani dengan kerlingan ramai bintang-bintang di langit malam plus suara nyanyian jangkrik.
Nikmat & sungguh syahdu.

Cuddling time : 7 puppies yang kami temui di halaman Palm Bungalow



Tipikal bungalow yg terdapat di Palm Bungalow




Jalanan desa yg sangat lengang



Makan lahap setelah perjalanan pp Danau Kelimutu  (foto milik teman : +Introvert Backpacker )

Sarapan ala bule : banana pancake (Foto milik teman : +Introvert Backpacker )


Begini cara tas-tas kami dibawa berkeliling Flores hahaaa.. (Foto milik teman : +Introvert Backpacker )

BUDGET YANG DIROGOH DARI DOMPET :

  • Tiket pesawat Lion Air Jakarta - Kupang : IDR 1,606,000 / orang
  • Tiket pesawat Garuda Indonesia Kupang - Ende : IDR 573,000 / orang
  • Sewa mobil hari 1 : IDR 600,000 / mobil (sudah termasuk driver + BBM)
  • Sewa penginapan Palm Bungalow : Rp 300,000 / malam / bungalow (1 bungalow kami isi dengan 6 orang), sudah termasuk breakfast (banana pancake + pepaya)
  • Makan malam di Palm Bungalow (buffet) : IDR 25,000 / orang
  • Teh dan kopi : free flow
  • Om Robert (pemilik Palm Bungalow & rental mobil) = 0812 - 2732 - 0223

SIMAK JUGA ITINERARY & CERITA LAIN KAMI DI FLORES :