Tampilkan postingan dengan label itinerary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label itinerary. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Agustus 2016

KELILING FLORES : Tang..Ting..Tung.. Itung Budget & Itinerary

“Travel brings power and love back into your life.”

Rumi

FLORES ITU INDAH, BUNG..!!!

Berakhir sudah perjalanan kami, 6 orang pemimpi, menjelajah Flores selama seminggu penuh (1 - 8 Juli 2016).
Begitu banyak cerita yang kami bawa, begitu banyak memori yang kami kenang, begitu banyak senyum & tawa yg terekam di otak kami, & semuanya sukses membuat kami semakin yakin bahwa Indonesia itu indah banget.

Bermula dari impian & khayalan saya & seorang sahabat +Introvert Backpacker (baca blog kerennya di SINI) yg sudah lama memendam keinginan untuk mencicipi keindahan Flores, tapi masih bingung bagaimana cara memulainya, karena udah jadi rahasia umum kalau menjelajah Indonesia bagian timur itu muahaall kalo cuma sedikit jumlah pesertanya, plus hambatan yang umum ditemui oleh orang kantoran adalah jumlah hari cuti yg ga bisa banyak-banyak diambil sekaligus.

Sampai suatu saat, dia nge-wa utk nanya libur lebaran mau ga ke Flores, & spontan langsung saya iyakan (dan saat itu belum tau pula libur dari kantor itu dari tgl berapa sampai berapa, nekat yang berbuntut rasa syukur hahaaa..).
Mulai detik itu pula, segala persiapan dilakukan : dari yang mulai cari pengikut (lo kata ini sekte hahhh ? ;p  ) >> googling sana-sini sebagai bekal penyusunan itinerary yg pas, efektif, & efisien >> plus install segala jenis app travel di hp utk memantau harga tiket.

Akhirnya terkumpullah 6 orang (termasuk saya) dengan anggapan sewa 1 mobil isi 6 orang, yg berminat untuk menjelajah Flores, dan tak satupun dari kami yg pernah menyentuh Indonesia bagian timur, pun tidak terbayang sama sekali bagaimana siy Flores itu. Sehingga rasa deg-deg-an campur excited sudah pasti muncul.
So,, inilah itinerary & budget yg sudah kami jalani :


ITINERARY

  • 1 Juli 2016 : Jakarta - Kupang - Ende >> Desa Moni (inap di Palm Bungalow)
  • 2 Juli 2016 : Desa Moni - Kelimutu - Desa Moni - Ende - Riung (inap di Pondok SVD)
  • 3 Juli 2016 : Riung - Taman Laut 17 Pulau Riung - Ruteng (inap di Hotel Rima)
  • 4 Juli 2016 : Ruteng - Sawah Cancar - Waerebo (inap di desa Waerebo)
  • 5 Juli 2016 : Waerebo - Labuan Bajo (inap di Bajo View)
  • 6 Juli 2016 : Labuan Bajo - Pulau Rinca - Pantai Pink - Kampung Nelayan (inap di Komodo Homestay)
  • 7 Juli 2016 : Kampung Nelayan - Pulau Padar - Pulau Kanawa - Pulau Bidadari - Labuan Bajo (inap di Puri Sari Beach Hotel)
  • 8 Juli 2016 : Labuan Bajo - Denpasar - Jakarta
Kenapa kami memilih perjalanan berawal dari Ende berakhir di Labuan Bajo, bukan seperti wisatawan lain yg umumnya berawal dari Labuan Bajo berakhir di Ende ???
  • di tanggal yg kami pilih, flight yg berawal dari Ende dan berakhir di Labuan Bajo lebih murah daripada sebaliknya.
  • kami prefer memulai liburan kami dengan tema "bersakit-sakit dahulu berenang-renang kemudian" hahaaa,, yang artinya kami memilih untuk memulai naik turun gunung dulu barulah berakhir dengan renang leyeh-leyeh di laut.


FLIGHT

  • Jakarta - Kupang : Lion Air (IDR 1,606,000)
  • Kupang - Ende : Garuda Indonesia (IDR 573,000)
  • Labuan Bajo - Denpasar : NAM Air + Denpasar - Jakarta : Air Asia (IDR 1,663,435)

PENGINAPAN & RATE

  • Palm Bungalow (Desa Moni) : cp Om Robert +62  812  2732  0223
  • Pondok SVD (Riung) : cp Ibu Ririn +62 813  3934  1572
  • Hotel Rima (Ruteng) : +62 385 22196
  • Desa Waerebo : cp Pak Blasius Monta +62 813  3935  0775
  • Bajo View (Labuan Bajo) : +62 821  4681  6321
  • Komodo Homestay (Pulau Komodo) : cp Haji Salang +62 821  4404  9754 atau +62 852 3711  3888 (email : aherkomodo@gmail.com).
  • Puri Sari Beach Hotel (Labuan Bajo) :  +62 385  2443710

  • Rate Palm Bungalow : IDR 300,000/malam/bungalow (6 orang), incl BF
  • Rate Pondok SVD Riung : IDR 350,000/malam untuk double room AC, incl BF
  • Rate Hotel Rima Riung : IDR 200,000/malam untuk triple economic room, incl BF
  • Desa Waerebo : IDR 325,000 / malam / orang, incl BF & makan malam
  • Bajo View (Labuan Bajo): IDR 110,000/malam/tenda sea view atau IDR 100,000/malam/tenda non sea view (excl BF)
  • Puri Sari Beach Hotel (Labuan Bajo) : IDR 700ribuan - 800ribuan/room/night, incl BF & free shuttle

 

SEWA KAPAL & MOBIL

  • Sewa mobil + driver + BBM (mobil Veloz) : IDR 600,000/hari (cp Om Robert +62  812  2732  0223)
  • Sewa kapal di Riung : IDR 500,000/hari (cp Pak Oeden +62 813  3717  0473), makan di pulau (bakar ikan & cumi) : IDR 50,000/orang
  • Sewa kapal LOB open deck : IDR 2,500,000/kapal/2 hari 1 malam (not recommended)
  • Sewa kapal kecil untuk merapat di Pink Beach : IDR 20,000/orang PP 
  • Sewa alat snorkeling : IDR 25,000/unit 


HARGA TIKET MASUK (HTM)

  • HTM Kelimutu : IDR 5,000/orang (week days) & IDR 7,500 (weekend)
  • Biaya masuk kendaraan roda 4  di Kelimutu : IDR 10,000/kendaraan
  • HTM Taman Laut 17 Pulau Riung : IDR 5,000/orang
  • HTM Sawah Cancar : IDR 15,000/orang
  • Porter (pemandu) : IDR 200,000/porter + biaya adat Waerebo : IDR 50,000/rombongan
  • HTM Pulau Kanawa : IDR 50,000/orang 
HTM Pulau Rinca (Loh Buaya) :
  • Karcis masuk Taman Nasional Komodo IDR 7,500 / orang
  • Karcis untuk tracking, hiking, climbing di Taman Nasional Komodo IDR 5,000 / orang
  • Karcis pengamatan kehidupan liar di Taman Nasional Komodo IDR 10,000/orang
  • Karcis masuk terusan ke Pulau Komodo & Pulau Rinca (berlaku hanya untuk 1 hari, meskipun kalian cuma ke salah satu pulau aja tetap aja kudu beli tiket terusan ini) IDR 20,000 / orang
  • Karcis untuk jasa pemandu alias ranger IDR 80,000 / ranger (dan 1 ranger untuk 5 orang turis.



INTIP-INTIP JUGA CERITA KAMI DI FLORES :






PS : Foto-foto di halaman ini milik sahabat +Introvert Backpacker  & +Kevin Hendharta





Senin, 25 Juli 2016

LOMBOK : Tang..Ting..Tung.. Pengeluaran

Alfamart yang terletak persis di seberang Desa Sade

RM Dakota, RM dengan konsep saung-saung di tepi sawah

RM Dakota, RM dengan konsep saung-saung di tepi sawah

Yang namanya bepergian, pastilah harus siap-siap merogoh kocek.
Pengeluaran (budget) banyak atau sedikit, pastilah ditentukan dengan jenis travelling kita, termasuk tipe "koper" atau "ransel" atau "semi ransel" heheee..
Tapi apapun tipe perjalanan yang dipilih, harusnya tetap bisa bikin kita menikmati perjalanan, jangan malah pengen irit-irit seirit-iritnyaa eehhh akhirannya malah nyusahin diri sendiri & bikin liburan jadi mimpi buruk.

Untuk liburan kali ini ke Lombok, karena memboyong emak, jadilah kita pilih liburan tipe "koper" (walaupun kami ga ada yang bawa koper, semua bawa ransel, ahahaaa...).

ITINERARY

19 Mei 2016
  • Kedatangan di Airport Lombok Praya
  • Desa Sade
  • Pantai Selong Belanak
  • Pantai Semeti
  • Pantai Mawun
  • Pantai Tanjung Aan
  • Menginap di Hotel Jayakarta, Senggigi
 20 Mei 2016
  • Gili Trawangan - Gili Meno - Gili Air
  • Bukit Malimbu
  • Beli oleh-oleh di Toko Lombok Exotic
  • Menginap di Hotel Jayakarta, Senggigi
21 Mei 2016
  • Gili Nanggu
  • Gili Kedis
  • Menginap di Hotel Novotel Lombok, Mandalika
22 Mei 2016
  • Pantai Mandalika
  • Bukit Seger
  • Pantai Seger
  • Kembali ke Jakarta

PENGELUARAN

Berikut gambaran pengeluaran kami (kami ber-4, plus driver jadi total 5 orang), bukan untuk dijadikan patokan juga siy, bukan juga untuk pamer.
Yaaaa pokoke untuk sedikit memberi gambaran saja, ok..

HARI 1 / 19 Mei 2016 :

  • Sewa Mobil (termasuk driver, no BBM) : IDR 350,000
  • Bensin : IDR 120,000
  • Makan malam 5 orang di RM Suranadi :IDR 224,000
  • Tips guide di Desa Sade : IDR 50,000
  • Hotel Jayakarta, Senggigi : IDR 464,400 / malam (superior room)
PS :
  • Makan siang dapat di pesawat heheee..
  • Kami makan malam di RM Suranadi. RM yang cukup besar & asri, terletak di daerah sejuk kawasan wisata Suranadi.  Jadi RM ini berbentuk saung-saung (berugak dalam istilah Lombok), dan bisa juga memilih makan di dalam ruangan besar seperti resto biasanya. Makan komplit untuk 5 orang plus es kelapa madu, dan jangan lupa cobain Sate Bulayak (seporsi IDR 20,000) yaitu sate sapi dengan bumbu kacang khas Sasak, nikmat & empuk banget dagingnya. RECOMMENDED tempat makan ini. 

HARI 2 / 20 Mei 2016 :

  • Sewa Mobil (termasuk driver, no BBM) : IDR 350,000
  • Private speed boat Pelabuhan Nara - Gili Trawangan PP 5 orang : IDR 600,000
  • Peralatan snorkeling + glass-bottom boat untuk menuju 3 spot ssnorkeling : IDR 100,000 / orang
  • Makan siang di Gili Air (Paradiso Cafe, 5 orang) : IDR 432,000
  • Makan malam di Warung Dakota, Rembiga (5 orang) : IDR 300,000
  • Hotel Jayakarta, Senggigi : IDR 464,400 / malam (superior room)
PS :
  • Warung Dakota berlokasi di Jl. Dakota no 2, Rembiga, Mataram,, tidak jauh dari lokasi bandara terdahulu, bandara Selaparang
  • Warung Dakota ini merupakan rumah makan yg mengusung konsep saung-saung di tepi sawah, saat kami makan malam ke sana rumah makan sangat ramai, bahkan bus-bus pariwisata pun berdatangan ke sini.
  • Jika ke Warung Dakota, jangan lupa cicipi Sate Rembiga nya yaaa..

HARI 3 / 21 Mei 2016 :

  • Sewa Mobil (termasuk driver, no BBM) : IDR 350,000
  • Bensin : IDR 200,000
  • Kapal untuk menyeberang ke Gili Nanggu & Gili Kedis untuk 5 orang PP : IDR 400,000
  • Makan siang di pulau (beragam jenis ikan bakar, sayur, kerupuk, nasi, air mineral, es kelapa) untuk 5 orang : IDR 300,000
  • Peralatan snorkeling lengkap : IDR 50,000 / orang
  • Tips driver selama 3 hari : IDR 200,000
  • Hotel Novotel, Mandalika : IDR 1,198,256 / malam (superior room)
PS : kami ga makan malam lagi, kenyang banget banget banget efek dari makan siang yang menggila di Gili Nanggu.

HARI 4 / 22 Mei 2016 :

  • Airport transfer (fasilitas dari Hotel Novotel) : IDR 140,000 / mobil / one way
  • Makan pagi di hotel, makan siang free dari maskapai GA

DRIVER : Om Anton (+62 819 - 0785 - 9568). Beliau sekaligus yang mengurus boat ke Gili Trawangan PP, Gili Nanggu - Gili Kedis PP.

 







Senin, 09 Maret 2015

Merangkul Bandung, Melepas Rindu

It doesn’t matter where you go in life, it’s who you have beside you.


Bandung,,

sebuah kota indah yang sanggup membuat saya jatuh cinta berkali-kali padanya. Bandung tidak hanya menjadi "pelarian" sejenak saya dari rutinitas kehidupan di Jakarta, tapi lebih dari itu, kota ini telah menjadi rumah kedua bagi saya.

Kecintaan pada Bandung berawal dari masa saya memasuki jaman kuliah. Menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabat seperjuangan selama 6 tahun untuk mengambil kuliah Farmasi dan profesi Apoteker di UNPAD, sukses membuat saya dan sahabat-sahabat saya rutin melakukan "ritual" berkumpul di Bandung, entah itu untuk menikmati suasana Bandung yang semakin hari semakin bertumbuh pesat dan ramai, atau untuk bernostalgia dan berbagi cerita kehidupan.

Saya memiliki 3 sahabat (2 beautiful single women & 1 gorgeous one-child-mother) yang hingga saat ini rutin berkumpul di Bandung; meskipun saya dan seorang sahabat tinggal di Jakarta, seorang lagi tinggal di Cimahi, dan sahabat saya yang sudah menikah dan memiliki seorang putra tinggal di Banjar.

Jika berkumpul di Bandung, kami lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersantai menikmati suasana Bandung sembari bercerita, dibandingkan memburu waktu berkunjung ke banyak destinasi di Bandung. Apalagi jika kami memilih menginap di hotel pada saat weekend, kami cenderung untuk menghabiskan hari Minggu kami untuk bersantai dan mengeksplorasi area hotel heheee..

Jadi, saat kami untuk kesekian kalinya merencanakan pertemuan di Bandung, kami langsung sepakat memilih menghabiskan our precious weekend (2 hari 1 malam) dengan menginap di Sheraton Bandung Hotel & Towers (http://www.sheratonbandung.com/ ) yang berlokasi di area Dago Atas, tidak begitu jauh dari pusat keramaian kota, namun masih memiliki hawa yang sejuk dan segar. Apalagi hotel ini sudah selesai melakukan renovasi, pasti semakin wooww.. Rasanya sudah tidak sabar untuk mengeksplorasi setiap keindahan dan kehangatan Hotel Sheraton Bandung. Itinerary lain pun sudah kami rancang, dengan tetap mengusung tema "quality time (not quantity) with best friends"  (^_^)v   *tsaaahhhh

HARI 1 : STASIUN GAMBIR - STASIUN BANDUNG

Sudah menjadi kebiasaan saya dan sahabat yang tinggal di Jakarta memilih KA Argo Parahyangan (tiket one way sekitar IDR 85,000 - 110,000/ orang) menuju Kota Bandung (bila tidak sedang dalam keadaan terburu-buru ya, karena waktu tempuh dengan kereta api sekitar 3 jam), karena rasanya suasana lebih santai, duduk relaks dan luas hihiii, tidak stress dengan kepadatan jalan tol Cipularang ;p  ,& lebih dapat menikmati pemandangan yang variatif. Biasanya kami memilih jam keberangkatan 08.30 dari Stasiun Gambir, tiba di Stasiun Bandung jam 11.30.


Suasana di dalam KA Argo Parahyangan

Dan ini adalah pemandangan yang disuguhkan dari jendela KA Argo Parahyangan selama 3 jam perjalanan menuju Kota Bandung :)






Jalan Tol Cipularang dari Jendela Kereta Api Argo Parahyangan








HARI 1 - DAPUR DAHAPATI

Tiba di Stasiun Bandung menjelang jam makan siang, "memaksa" kami untuk segera cepat-cepat menuju lokasi makan siang, karena perut-perut kami termasuk perut yang kurang bisa mentolerir rasa lapar hahaa.. Kami ber-4 sepakat untuk berkumpul dan santap siang bersama di Dapur Dahapati, Jalan Cipaganti no 146 (seberang SPBU Cipaganti). Resto bertempat di sebuah rumah "jaman dulu" sehingga lahan parkir cukup kecil, apalagi resto ini selalu ramai saat jam makan siang dan makan malam. Menu andalan resto adalah sop buntut kuah (oxtail soup) dan sop buntut goreng (fried oxtail soup), dengan harga IDR 65,000 per porsi (belum termasuk nasi). Porsinya cukup besar lowh.

Saya lumayan sering mampir ke resto ini, sehingga cukup pede untuk merekomendasikan tempat ini ke sahabat-sahabat saya dan memasukkan Dapur Dahapati ke dalam jadwal kami kali ini.  Biasanya saya memilih sop buntut goreng sebagai menu favorit. Buntut sapi sepertinya digoreng kecap mentega, bercampur dengan bawang bombay, sehingga menambah aroma harum dan rasa manis, yang diimbangi dengan rasa gurih kuah sop, dan sambal pedasnya (buntut goreng dan kuah sop disajikan terpisah). Dengan menuliskan ini saja, sudah sukses membuat liur saya menetes, ahahaaa.. *ooppss

Ini "penampakan" sop buntut (oxtail soup) Dapur Dahapati

HARI 1 - BLUE DOORS

Setelah perut kenyang dan puas, kami berencana bergulat melawan kemacetan Bandung menuju coffe shop. Kami semua adalah penikmat kopi, meskipun tidak begitu memahami tentang jenis-jenis kopi. Jadi bisa dipastikan setiap jadwal pertemuan kami di Bandung, harus musti wajib diselipkan acara ngopi. Untuk pertemuan nanti, kami merencanakan ngopi di Blue Doors, yang berlokasi di Jalan Gandapura no 61.

Saat pertama kami mengunjungi Blue Doors (saat itu hujan gerimis), kami agak kesulitan menemukan coffee shop ini, karena tidak ada plang nama berukuran besar yang mencolok. Namun pintu berwarna biru cerah cukup menjadi panduan anda untuk menemukan Blue Doors.
Blue Doors berukuran tidak terlalu luas dan bentuknya memanjang ke belakang, dibagi menjadi 2 area, indoor dan outdoor (smoking area). Konsep ruangan cukup unik dan penerangan serta iringan musik jazz mampu menciptakan atmosfer nyaman & teduh, sebagian dinding seperti dibuat unfinished sehingga memperlihatkan deretan batu bata bersusun. Harga kopinya pun tidak terlalu mahal, di bawah IDR 35,000. Blue Doors juga menyajikan aneka minuman lain dan potongan cake untuk menemani sajian kopi.

Salah satu sudut Blue Doors

Saya & ketiga sahabat saya, plus bocah kecil yg setia mengikuti kami :D







Salah satu latte art - nya Blue Doors

Lukisan yang terdapat di dalam toilet ;)

HARI 1 : SAUNG ANGKLUNG UDJO

Sudah pernah melihat angklung ?
Sudah pernah mencoba menggoyangkan angklung alias memainkannya ?
Sudah pernah mencoba menyanyikan sebuah lagu dengan angklung ?
Jika belum, yuukk cuusss ke Saung Angklung Udjo.

Saatnya memasuki segmen seni hahaa.. Rencana kami adalah ke Saung Angklung Udjo di Jalan Padasuka no 118.
Sudah pernah mengunjungi tempat ini, tapi tidak pernah bosan mengunjungi kesekian kalinya, terutama karena kali ini sahabat yang tinggal di Banjar membawa anak laki-lakinya yang berumur 5 tahun. Ini kesempatan berharga untuk memperkenalkan kebudayaan khas Jawa Barat pada si bocah, semoga dengan melakukan "hal kecil" seperti ini dapat menumbuhkan kecintaan pada budaya Indonesia :)  - karena tidak bisa dipungkiri, sudah 2x saya mengunjungi tempat ini, mayoritas pengunjungnya adalah turis mancanegara.

Pertunjukan dimulai jam 15.30, berakhir jam 17.30 - dengan HTM IDR 60,000 (WNI), sudah termasuk welcome drink (teh, air mineral, atau es lilin) dan kalung angklung mini. Pertunjukan yang disajikan beragam & tidak membosankan : wayang golekhelaran (pertunjukan angklung dengan nada riang untuk acara syukuran khitanan); tari topeng; orkestra angklung yang memainkan beragam lagu - mulai dari lagu daerah, lagu pop Indonesia, bahkan lagu barat - dan yang memainkan orkestra ini perpaduan antara anak-anak hingga dewasa; bermain angklung bersama-sama - di mana setiap penonton akan dibagikan satu angklung (dengan satu not), lalu dilatih secara "kilat" oleh instruktur utama, dan penonton pun akan dapat mulai memainkan lagu-lagu sederhana dengan menggoyangkan angklungnya masing-masing; diakhiri dengan menari bersama - interaksi antara penonton dan para pemain Saung Angklung Udjo.




HARI 1 : LISUNG THE DAGO BOUTIQUE RESTO

Tidak terasa sudah memasuki jam makan malam, yang artinya saatnya berburu resto (lagi) hahaa.. Mungkin karena hawa Bandung yang sejuk, atau karena kumpul dengan sahabat, perut rasanya minta diisi terus  ;p
Kami berencana mengulang nostalgia makan malam di daerah Dago Pakar, tepatnya di Lisung The Dago Boutique Resto, Jl. Dago Pakar Timur no 111. Satu paket akan didapatkan di resto ini : ngeriung sembari makan malam lezat dalam resto bernuansa kayu yang nyaman, ditemani pemandangan Bandung (citylights) malam hari, dan hawa sejuk dingin >>> kombinasi yang pas banget.

Menu favorit kami : nasi panggang kompeni (nasi panggang ala barat dengan lelehan keju mozarella, daging asap, & jamur) dan nasi panggang Lisung (kalau ini nasi panggang ala Sunda, yaitu nasi yang dibungkus daun - dilengkapi dengan ayam goreng, tahu tempe, sambal terasi. Harganya juga cukup reasonable koq :)

Nahh,, ini foto-foto waktu saya mengajak keluarga saya ke Lisung di siang hari :)



Pemandangan kota Bandung dari Lisung







Kekenyangan :D

HARI 1 - SHERATON BANDUNG HOTEL & TOWERS

Puas merasakan hawa dingin Bandung malam hari, perut penuh terisi, kami turun ke area Dago Atas, tepatnya Jl. Ir. H. Juanda no 390, untuk melakukan proses check in di hotel idaman kami, Sheraton Bandung Hotel & Towers (http://www.sheratonbandung.com/ )
Tempat tidur yang kami yakini pasti nyaman dan empuk, rasanya akan sanggup menggoda iman kami untuk segera lanjut tidur,, tapiiii tunggu dulu, kami penasaran mau melihat area kolam renang Hotel Sheraton di malam hari yang kata banyak orang, kereeenn banget, apalagi dengan penataan cahaya lampunya yang redup menenangkan.

Mungkin kami akan melanjutkan sesi curhat kami sebentar di area kolam renang sambil duduk-duduk di bangkunya, dan tidak lupa berfoto-foto dunk, soalnya setiap sudut hotel ini tampaknya "instagramable" hihihiii...
Puas di area ini, lanjut ke kamar tidur, apalagi kalau bukan untuk rumpi (lagi) sambil nonton TV hingga akhirnya bablas tidur. Rencana menutup hari yang sangat sempurna !!!

HARI 2 - SHERATON BANDUNG HOTEL & TOWERS

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, biasanya saat berkumpul di Bandung, kami lebih memilih menghabiskan waktu untuk bersantai dan mengeksplorasi hotel, serta memanfaatkan fasilitas hotel yang tersedia. Jadi hari Minggu kami rencanakan untuk bersantai cantik di hotel sebelum kembali ke kota masing-masing.

Yang pertama dilakukan pastilah menilik setiap sudut dan public area hotel, lalu klik..klik..klik.. mulailah kamera hp dan pocket camera beraksi mengambil setiap sudut yang unik dan indah; dan pastinyaaa langsung di-share ke medsos menggunakan wifi connection hotel heheee.. *winkwink

Puas berfoto, cuuss ke kolam renang untuk sedikit membakar lemak makanan yang sudah kami konsumsi secara membabi buta kemarin ahahaaa.. Oleh sebab itu, dalam memilih hotel, selain kenyamanan dan kebersihan hotel, kami selalu mengutamakan tersedianya fasilitas kolam renang yang cukup luas dan kalau bisa, juga dapat mengakomodir kebutuhan anak untuk bermain air. Biasanya kami bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam-an lebih untuk berenang dan juga leyeh-leyeh sambil ngobrol ngalor-ngidul di kursi santai pinggir kolam heheee..


Lihat deh area kolam renang Hotel Sheraton Bandung. Gimana bisa kami menolak untuk menikmati fasilitas ini hahaa.. Keren abis ya, idaman banget. Maafkan, gambar saya ambil dari sini (http://www.pergidulu.com/kuis-menginap-gratis-di-sheraton-bandung-hotel/ )


Segar sehabis berenang, saatnya isi energi lagi dengan menikmati sarapan yang telah disediakan pihak hotel. Keberagaman menu masakan dan rasa yang lezat pastilah menjadi pertimbangan kami dalam memilih hotel, dan kami yakin bisa mendapatkan itu semua di Hotel Sheraton Bandung :)

Sudah kenyang mengisi perut, biasanya kami lanjutkan lagi leyeh-leyeh kami entah itu di kamar tidur, ataupun di area taman hotel, sembari menunggu waktu check out. Pokoknya hari minggu ini kami isi dengan waktu bersantai saja, menikmati waktu kebersamaan kami ;)
Tibalah waktu check out, pasti rasanya waktu masih kurang, masih banyak kisah dan tawa (juga mungkin air mata) yang ingin kami bagi, rindu masih tersisa di jiwa, namun di mana ada perjumpaan pasti di situ ada perpisahan :')
Di sinilah kami berpisah, saya dan seorang sahabat akan lanjut ke Stasiun Bandung, yang seorang akan kembali ke Cimahi, dan seorang lagi beserta bocahnya kembali ke Banjar.

Terima kasih Bandung, telah mengumpulkan kami kembali untuk sekedar melepas rindu sembari menikmati setiap keindahan alam, budaya, dan kulinernya.

Terima kasih Sheraton Bandung Hotel & Towers, sebagai pilihan utama penginapan kami, yang telah memfasilitasi "quality time" kami, telah memanjakan kami dengan keramahan & fasilitas-fasilitasnya :)