Hari terakhir kami di Lombok,
huuuaaaaaahhhhh,, belum pengen pulang, masih pengen liburan, niy kaki rasanya masih pengen nemplok di tanah Lombok :'(
Di malam terakhir kami di Lombok, kami memilih untuk menginap di Hotel Novotel (
lagi-lagi demi untuk memanjakan emak) yang berlokasi di Pantai Mandalika yang tenang. Sebelumnya di tahun 2013, kami juga sudah pernah menginap di hotel ini, baca
reviewnya ya di
sini.
Secara siangnya kami akan
cuusss balik ke Jkt, so tujuan kami hari ini hanyalah tempat-tempat di sekitar hotel, yang bisa dijalani dengan berjalan kaki saja.
Wohoooo..
Berikut
itinerary di hari ke-4 :
22 Mei 2016
- Pantai Mandalika
- Bukit Seger
- Pantai Seger
- Kembali ke Jakarta
PANTAI MANDALIKA
Hotel Novotel berlokasi di tepi
Pantai Mandalika,
pantai tenang dan landai yang memiliki butiran pasir seperti merica. Sungguh nyaman berenang ataupun sekedar bersantai di pantai ini, mungkin karena sebagian besar area pantai ini merupakan area
private beach yang dimiliki oleh Hotel Novotel,
sehingga sangat jauh dari kebisingan turis.
 |
Butiran pasir merica |
 |
Area private beach Hotel Novotel |
 |
Area private beach Hotel Novotel |
 |
Area private beach Hotel Novotel |
 |
Area private beach Hotel Novotel |
 |
Area private beach Hotel Novotel |
Kisah Pantai Mandalika selalu terkait erat dengan legenda rakyat Lombok tentang Putri Mandalika. Kisahnya dituangkan dalam patung-patung yang terdapat di pantai ini.
Putri Mandalika adalah seorang putri raja yg cantik dan kecantikannya sangat tersohor sehingga membuat banyak pangeran yang ingin menikahinya. Sang Putri pun bingung harus memilih siapa, karena jika ia memilih salah satu pangeran maka akan terjadi perpecahan & peperangan.
Akhirnya pada waktu & tanggal yg telah ditentukan, Sang Putri mengundang seluruh rakyat & pangeran2 tsb utk berkumpul di pantai. Kemudian Sang Putri berdiri di sebuah batu di pinggir pantai, lalu meloncat ke dalam laut. Rakyatpun segera
mencari sang Putri, namun tidak dapat menemukannya. Setelah beberapa saat, akhirnya datang
sekumpulan cacing warna-warni (
nyale) yang menurut penduduk asli dipercaya
sebagai jelmaan Putri Mandalika.
Hmmm,, kisah yg agak mengenaskan yak.
Jadi setiap bulan Februari biasanya akan diadakan Pesta Bau Nyale di pantai ini, yang artinya pesta menangkap (bau) cacing laut (nyale).
 |
Bagian lain dari Pantai Mandalika yang bukan merupakan area private beach Hotel Novotel |
 |
Bagian lain dari Pantai Mandalika yang bukan merupakan area private beach Hotel Novotel |
 |
Bagian lain dari Pantai Mandalika yang bukan merupakan area private beach Hotel Novotel. Terlihat jembatan yang akan membawa kita menuju Bukit Seger & Pantai Seger |
 |
Patung kisah Putri Mandalika |
 |
Patung kisah Putri Mandalika |
PANTAI SEGER & BUKIT SEGER
Jika kita terus menelusuri Pantai Mandalika ke arah kiri menuju patung Putri Mandalika, maka kita akan menemui
jembatan kayu yang akan menghantarkan kita ke area Bukit Seger & Pantai Seger.
Sebenarnya kami kurang tau yang mana yang disebut Bukit Seger, karena ada beberapa bukit di areal tsb.
Di salah satu puncak bukit, berdiri bangunan beratap yang bisa dijadikan seperti "menara pandang", karena dari bangunan ini kita bisa puas melayangkan pandangan mata ke arah Hotel Novotel, Pantai Mandalika, Pantai Seger, ataupun lautnya yang memiliki gradasi warna biru-hijau yang cantik.
Pemandangan dari atas bukit memang sangat wooww,, perpaduan warna biru laut dengan warna hijau-coklat bukit & persawahan.
Setelah puas menikmati pemandangan dari atas bukit, yuk
cuuusss turun untuk melihat dari dekat pemandangan Pantai Seger.
Saat kami pergi ke sana, sayangnya Pantai Seger sedang sedikit kotor oleh bungkus makanan-minuman dan juga sampah laut, tapi untunglah pantai ini sedang sepi saat pagi hari, sehingga kami bisa puas duduk di bawah gazebo sembari memandang ombak kencang yang bergulung-gulung menghantam karang.
NOTE :
- Btw, kami mengunjungi Pantai Seger - Bukit Seger di pagi hari, jadi belum ada orang-orang yang menjajakan makanan, ga tau deh ya kalau siang hari gimana.
- Agak sedikit terganggu dengan kehadiran beberapa anak kecil yang terus-terusan membuntuti kami untuk menawarkan dagangannya (hasil kerajinan tangan).
- Areal parkir cukup luas.
- Sarana toilet tersedia.
 |
Menuju Pantai & Bukit Seger |
 |
Menuju Pantai & Bukit Seger : kami berjalan di path yang telah disediakan oleh Hotel Novotel |
 |
Deretan gazebo yang berada di sepanjang Pantai Mandalika yang bukan merupakan area private beach Hotel Novotel |
 |
Sunrise |
 |
Jembatan kayu yang akan membawa kita menuju Bukit Seger & Pantai Seger |
 |
Jembatan kayu yang akan membawa kita menuju Bukit Seger & Pantai Seger |
 |
Jembatan kayu yang akan membawa kita menuju Bukit Seger & Pantai Seger |
 |
Jembatan kayu yang akan membawa kita menuju Bukit Seger & Pantai Seger |
 |
Jembatan kayu yang akan membawa kita menuju Bukit Seger & Pantai Seger |
 |
Pantai Mandalika dan area Hotel Novotel dilihat dari seberang jembatan |
 |
Mendaki bukit menuju "menara pandang" |
 |
Kontur tanah perbukitan |
 |
Menuju "menara pandang" |
 |
Gradasi warna air laut yang terlihat dari "menara pandang" |
 |
Gradasi warna air laut yang terlihat dari "menara pandang" |
 |
Bukit cantik, Pantai Seger, & laut yang terlihat dari "menara pandang" |
 |
Bukit cantik, Pantai Seger, & laut yang terlihat dari "menara pandang" |
 |
Perpaduan bukit, sawah, laut yang terlihat dari "menara pandang" |
 |
Perpaduan bukit, sawah, laut yang terlihat dari "menara pandang" |
 |
Pantai Seger & ombaknya yang sedang tinggi menghantam batu karang |
 |
Perpaduan bukit, sawah, laut yang terlihat dari "menara pandang" |
 |
Pantai Seger & ombaknya yang sedang tinggi menghantam batu karang |
 |
Pantai Seger dari atas bukit |
 |
Pantai Seger dari atas bukit |
 |
Pantai Seger |
 |
Pantai Seger |
 |
Pantai Seger |
 |
Pantai Seger |
 |
Pantai Seger dan dari kejauhan tampak orang-orang berada di puncak salah satu bukit |
 |
Pantai Seger |
0 comments:
Posting Komentar