“He: "Whale you be my valentine?" She: "Dolphinitely.”
― Adam Young
JULY 7th, 2016 - PULAU PADAR
Hari ke-2 sailing journey kami diawali dengan menyusuri lautan menuju Pulau Padar.Kami bertolak dari Kampung Nelayan Pulau Komodo jam setengah 8 pagi WITA. Untunglah cuaca selama kami berada di Flores selalu mendukung, laut pun tampak tenang. Tapi meskipun laut tampak tenang,, lagi-lagi krn kecepatan kapal kami yg "alakadarnya", kami baru tiba di Pulau Padar jam 09.40 WITA.
Kapal pun bersandar di pantainya yang tenang, dan kami lihat dari kejauhan orang-orang ramai turun dari atas "puncak" Pulau Padar. Tinggi juga yaaaa,, pfiuuhhhh...
Oya,, awalnya kami berencana untuk bermalam di Pulau Padar supaya bisa menyaksikan sunrise di pulau ini, & dari hasil konsul dengan orang-orang yang kami jumpai selama perjalanan di Flores pun, mereka mengatakan bisa banget bermalam di Pulau Padar karena perairannya tenang, pantainya menjorok ke dalam sehingga gelombang laut tidak akan sampai ke pantai tsb. Tapi yaaa gitu deh, saat kami mengungkapkan niat kami ke Om Ivan, beliau LANGSUNG bilang ga mungkin bermalam di Pulau Padar karena arus lautnya sangat kencang. Yeaaahhhh,, benar atau tidak, mau ga mau kami tetap harus menuruti perkataan dia :'(
Mendarat di pasir pantainya, langsung cuuusss memulai pendakian ke puncak Pulau Padar.
Tingkat kemiringan jalur trekking awal cukup curam yoo, apalagi medan trekking adalah tanah berpasir dengan batu-batu kecil yg kalau kita salah pijak, malahan bisa bikin kita sukses merosot. Buat yg ngga terbiasa, ga usah sok-sok-an lahh mendakinya, saya pun mendaki dengan posisi membungkuk berbekal pegangan sama rumput-rumput sekitar yg terlihat cukup kokoh tertanam di dalam tanah. Sueeerrrr,, ngeri cuuuyyy..
Satu lagi,, kalau bisa, lebih baik tiba di Pulau Padar pas masih pagi banget. Kami yg memulai pendakian di jam 10 pagi pun rasanya udah puanaaasssss bangeeettt,, sinar matahari benar-benar tajam menusuk kulit, karena seperti landscape pada umumnya di Flores, pulau ini merupakan pulau berkontur bukit-bukit savanna, sehingga tidak ada sekumpulan pohon rimbun yg bisa melindungi kita dari terjangan sinar matahari selama trekking.
Cuaca yang sangat panas menusuk, lembab tingkat tinggi sehingga membuat kulit terasa lengket peliket, gerah tingkat tinggi & keringat bercucuran deras, medan berpasir berkerikil nan curam sehingga hrs sangat hati-hati, adrenalin berpacu karena medan cukup terjal dan tidak ada pagar pembatas sekaligus pengaman sama sekali >> itulah yang harus dihadapi ketika kita mau menyaksikan pesona Pulau Padar & sekitarnya dari atas bukitnya. Namun perjalanan yg cukup menyiksa tsb terobati dengan sajian pemandangan yg wowww bangettt !!! di sepanjang jalur trekking. Di sebelah kiri kita bisa melihat pantai berpasir pink, dan di sebelah kanan terdapat 2 pantai, yatu pantai berpasir hitam dan di sisi lain pulau adalah pantai berpasir putih. SATU PULAU DENGAN TIGA MACAM JENIS PASIR PANTAI !!! Kurang apalagi coba ???!!! Kontur Pulau Padar yang berbukit-bukit hijau kecoklatan berpadu dengan warna laut yang bergradasi biru menjadi nilai tambah pemandangan yg ditawarkan oleh pulau ini. Setiap tetes keringat yang dicucurkan untuk mencapai "puncaknya" benar-benar sepadan dengan view yang didapatkan. Yaaaayyyy,, we did it !
Oya,, saat kita mencapai "puncak" yg menjadi spot banyak orang untuk berfoto-foto, itu sebenarnya bukan titik tertinggi pulau ini. Tapi ga perlu untuk trekking terus menuju ke titik tertinggi yg bisa dilihat oleh mata, karena saat salah satu teman kami menuju ke titik tertinggi tsb, pemandangan landscape yg terlihat malah tidak sebagus yg didapat di spot foto pada umumnya, karena sudah tertutup oleh perbukitan & pohon-pohon.
Saat turun, harus LEBIH ekstra hati-hati yooo !!!
Jalur trekking |
Foto milik sahabat +Introvert Backpacker |
Jalur trekking. Foto milik sahabat +Introvert Backpacker |
![]() |
Pantai berpasir pink |
![]() |
Pantai berpasir hitam di satu sisi & putih di sisi lainnya |
![]() |
Pantai berpasir hitam |
![]() |
Pantai berpasir putih |
![]() |
Satu pulau dengan 3 jenis pasir : hitam, putih, pink. Foto milik sahabat +Introvert Backpacker |
JULY 7th, 2016 - PULAU KANAWA
Baca dulu di sini ya..Kami bertolak dari Pulau Padar jam 11.50 WITA, & langsung melanjutkan pelayaran menuju Pulau Kanawa. Jadi dilemma dari hari kemarin adalah (lagi-lagi karena miskom & kecepatan si kapal) : awalnya menurut Om Ivan dari Pulau Padar kami ga bisa ke mana-mana lagi selain balik pulang ke Labuan Bajo >> kami menolak & akhirnya setelah debat kusir lobi tanpa lelah, Om Ivan memberi kami 2 pilihan setelah dari Pulau Padar, yaitu ke Pulau Kanawa lanjut Labuan Bajo ATAU Manta Point (yg terletak tidak begitu jauh dari Pulau Komodo) lanjut Labuan Bajo >> yg merupakan pilihan yg sangat amat teramat berat sekali, karena Kanawa & Manta Point adalah pilihan kami semuanya >> akhirnya dengan berat hati kami memilih Pulau Kanawa.
Kami tiba di jembatan Pulau Kanawa jam 15.00 WITA & kapal kami langsung dihampiri oleh seorang petugas beerwajah sangat arogan mengenakan kaos polo hitam bertuliskan PT Chiringuita Del Kabron.
---------------
"Mau ke Pulau Kanawa ya ?"
"Iya, Pak"
"Per orang bayar IDR 50,000"
"Lowh koq bayar Pak ? 2 hari lalu kami ketemu rombongan di Waerebo, mereka bilang tidak bayar."
"Hari ini bayar kalau mau masuk ke Pulau Kanawa, pokonya menggunakan jembatan ini untuk nyebrang ke Pulau Kanawa harus bayar IDR 50,000 per orang."
"Ini bayaran ada tiket resminya ga Pak ? Trus bayar kalau kita pakai jembatan ini untuk nyebrang ke Kaanawa kan ? Duitnya memang untuk apa ? Fasilitas apa yang bisa kami dapat memangnya dengan bayar segitu ?"
"Ada tiket resminya dari pengelola Resort Pulau Kanawa. Duitnya untuk menjaga kebersihan pantai. Fasilitas yg bisa didapat Ibu bisa snorkeling di sini dan main-main di pantainya."
.... what ??? snorkeling berarti menikmati keindahan bawah laut salah satu pulau di Indonesia, main-main di pantai berarti menikmati salah satu pantai di Indonesia, terus kenapa kami harus bayar sama pengelola resort swasta ini ????? bukan bayar ke pemerintah setempat ? .....
Kami menolak membayar, & karena tadi si petugas arogan bilang bayar untuk nyebrang pakai jembatan ke Kanawa & untuk main di pantai pasir putihnya, kami memutuskan snorkeling saja di sekitar kapal kami, tidak perlu menggunakan jembatan tsb & tidak main ke pantai Pulau Kanawa. Saat siap-siap mau snorkeling di sekitar kapal .....
"Ehh itu kalian mau ngapain ?"
"Mau snorkeling di sekitar kapal, kami ga jadi nyebrang pakai jembatan itu & ga jadi main ke pulau."
"Ga bisa, kalian tetap harus bayar!"
"Lowh koq gitu ? Kan kami sama sekali ga ke pulaunya, cuma snorkeling di sekitar kapal, & itu masih jauh banget dari pulaunya kan."
"Ga bisa, tetap harus bayar. Kalau kapal parkir di sini juga tetap harus bayar IDR 50,000 per orang"
--------------------
..... what the **** ???!!!! Huuuaaaahhhhh emosi kami benar-benar memuncak, apa-apaan ini, parkir kapal tanpa nyentuh pulaunya sedikit pun tetap harus bayar, ditambah lagi dengan sikap arogansi sang petugas. Karena sudah kesal banget, plus rasanya dipermainkan sama si petugas, kami pun (beserta serombongan ibu-ibu keren berlogat Jawa Timur) langsung angkat jangkar menjauhi Pulau Kanawa, byeeeehhhhh !!!! ........
PS : sebelumnya kami sudah sempat bertanya-tanya kepada orang-orang yg kami temui selama perjalanan di Flores, apakah masuk ke Kanawa itu berbayar ? Ada yg bilang mereka ga bayar, ada yg bilang bayar tapi cuma IDR 25,000 / orang. Dan sekarang kami malah disuruh bayar oleh pengelola resort IDR 50,000/orang. Pulau Kanawa dikelola oleh pemilik resort PT Chiringuita Del Kabron, yang punya orang Italia. Cmiiw,, laut & pulau bukannya milik negara ya, ga bisa dimiliki oleh perorangan ?? Lalu kenapa pengunjung disruh bayar ke pengelola resort swasta, bukan ke pemerintah setempat ? Benar-benar deehhh,, bahkan pengunjung lokal alias turis domestik yg notabene warganegara Indonesia pun dipersulit untuk menikmati keindahan pulau milik negaranya sendiri. Ckck.. Shame on you !!!
Ini dia salah satu petugas arogan pemungut duit IDR 50,000 / orang |
Foto milik sahabat +Introvert Backpacker |
![]() |
S***w you, pengelola Pulau Kanawa !!! (-__-") *sorry, kesal berat soalnya |
JULY 7th, 2016 - PULAU BIDADARI
Dengan penuh rasa kesal & dongkol, kami menjauhi Pulau Kanawa sekitar jam 15.25 WITA. Untuk mengobati kekecewaan, kami pun mencoba melobi Om Ivan pulau mana lagi yg bisa kami kunjungi sebentar yang searah dengan perjalanan pulang ke Labuan Bajo.Mungkin karena kasihan dengan kami, Om Ivan pun menyebut salah satu pulau yg cukup cantik juga, ada resort di pulau tsb, namun ga berbayar untuk main ke pantainya, namanya Pulau Bidadari. Okeeehh siiipp,, lanjut ke sana Om..
Selama perjalanan ke Pulau Bidadari, entah kenapa ombak laut saat itu cukup tinggi. Menyeramkan sekali rasanya melihat kapal kami yang cukup imut ini (ukurannya) naik turun melaju diterjang ombak tinggi di tengah-tengah laut (yang sejauh mata memandang tak ada pulau dan kapal satupun, we're in the middle of nowhere huaaaahhhh..). Air laut berulang kali masuk kapal menyiram tas & baju-baju yg sedang kami jemur, meja & kursi jatuh berkali-kali karena kapal berguncang sangat hebat. Kami ber-6 lantas duduk di lantai kapal, dan............. hening tanpa bicara.
Akhirnyaaaa, every cloud has a silver lining.
Laut pun mulai tenang, kapal pun bisa melaju kencang lagi, kami pun sudah mulai bisa tersenyum & berceloteh lagi, hahahaaa....
Kami tiba di Pulau Bidadari jam 16.20 WITA, sudah cukup sore memang, tapi kami ga mau menyia-nyiakan hari terakhir di laut ini dengan bermalas-malasan bermuram durja. Kapal agak menepi (walaupun tidak bisa bersandar persis di pantainya), sehingga kami harus berenang menuju ke pantai.
Pulau Bidadari memiliki pasir berwarna agak pink juga (walaupun tidak terlalu pink seperti di Pink Beach Pulau Komodo) & butirannya agak kasar. Lautnya jernih, walaupun di area yg kami kunjungi tidak ditemui terumbu karang satupun, hanya laut beralas pasir putih saja. Arus di pantai ini juga cukup tenang.
Kami memang tidak bisa berlama-lama di sini karena hari sudah sore & arus mulai terasa lagi, namun sudah cukup untuk sedikit mengobati kepedihan hati kami hari ini. Kami pun bertolak menuju Labuan Bajo pada pukul 17.00 WITA. See you, Komodo Islands.. :)
![]() |
Foto milik sahabat +Introvert Backpacker |
Foto milik sahabat +Introvert Backpacker |
JULY 7th, 2016 - SUNSET AT LABUAN BAJO
BUDGET YANG DIROGOH DARI DOMPET & KETERANGAN LAIN :
- Sewa kapal 2 hari 1 malam (open deck) : IDR 2,500,000
- Biaya inap di Komodo Homestay : IDR 150,000/malam/kamar
- Biaya masuk Pulau Kanawa : IDR 50,000/orang
- Waktu tempuh Kampung Nelayan (Pulau Komodo) - Pulau Padar : 2 jam 10 min (cat : kecepatan boat kami)
- Waktu tempuh Pulau Padar - Pulau Kanawa : 3 jam (cat : kecepatan boat kami)
- Waktu tempuh Pulau Kanawa - Pulau Bidadari : 1 jam (cat : kecepatan boat kami)
- Waktu tempuh Pulau Bidadari - Labuan Bajo : kurang dari 1 jam
- CP sewa mobil+driver+BBM dan sewa kapal : Pak Robert (0812 - 2732 - 0223)
- CP Pak Haji Salang (Komodo Homestay) : 082-144-049-754 / 085-237-113-888 (email : aherkomodo@gmail.com). Pak Haji Salang juga menyewakan kapal open deck IDR 3,000,000/hari.
- Saat trekking di Pulau Padar, usahakan jangan pakai sandal jepit apalagi sandal-sandal cantik ber-hak, duuhhh jangan coba-coba deh. Saya lebih prefer pakai sejenis sandal gunung atau sepatu kets, soalnya medan trekking di Pulau Padar adalah tanah berpasir, curam, & berbatu-batu kecil yang gampang bikin kamu merosot.
- Saat trekking di Padar, jangan lupa pakai topi karena puanaaassss puooolll (jangan payung, wong bawa diri sendiri aja susah bgt, ngapain pula repot2 nenteng payung), olesin sunblock atau sunscreen.
- Bawa botol minum saat trekking di Padar, karena jalur tempuh trekking cukup jauh, udara panas pula. Kalau bawa botol minuman plastik atau jajanan2 lainnya, BAWA TURUN SAMPAHNYA, TARUH DI TAS KAMU, JANGAN NYAMPAH !!!!! Di bawah pohon-pohon di Pulau Padar banyak sekali ditemui sampah botol plastik minuman & bungkus snack.
- Please jangan kotori alam dengan kotoranmu !!!
PETA OUR SAILING JOURNEY :
![]() |
Peta perjalanan kami :) |
SIMAK JUGA ITINERARY & CERITA LAIN KAMI DI FLORES :
- Hari 1 : Desa Moni (Perhentian Sejenak Pelipur Lelah)
- Hari 2 : Danau Kelimutu (Menanti Pagi Di Batas Langitnya)
- Hari 3 : Riung (Main Air & Bertemu Batman)
- Hari 4 : Sawah Cancar (Spider Web-nya Penduduk Manggarai)
- Hari 4 : Waerebo jilid I (Cinta Pada Pandangan Pertama)
- Hari 5 : Waerebo jilid II (Cinta Pada Pandangan Pertama)
- Hari 6 : Labuan Bajo (Seseruan di Tengah Laut Jilid 1)
- Hari 7 : Labuan Bajo (Seseruan di Tengah Laut Jilid 2)
0 comments:
Posting Komentar